STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari keadaan lingkungan alam sekitar. Alam dan manusia menjadi dua sisi yang saling membutuhkan dan seharusnya saling menjaga satu dengan lainnya. Namun pertambahan penduduk dan kebutuhannya membuat manusia merusak lingkungan demi kepentingannya sendiri. Kali Kampwolker adalah salah satu korban kerakusan manusia yang tidak lagi menghargai dan menjagai alamnya sendiri. Studi Ekoteologi digunakan oleh penulis untuk mengkaji hubungan antara iman, Tuhan dan lingkungan. Studi ini berfokus pada ajaran iman Kristen yang dapat berfungsi pada kesadaran ekologi dan tanggung jawab manusia terhadap alam. Tujuan penelitian adalah untuk melihat dampak dari kerusakan lingkungan di sekitar Kali Kampwolker dan langkah-langkah konkrit yang dilakukan oleh gereja, pemerintah dan adat terhadap pelestarian lingkungan sekitar Kali Kampwolker. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas air, penurunan keanekaragaman hayati, erosi dan pendangkalan sungai, serta kesehatan masyarakat terganggu. Langkah konkrit yang dilakukan gereja yaitu memberikan pendidikan ekoteologi, melakukan gerakan bersih sungai dan penguatan teologi. Pihak pemerintah dapat membuat program yaitu revitalisasi sungai, pemberian tong sampah dan melakukan edukasi. Pihak Adat melakukan kampanye pelestarian budaya dan alam. Untuk memelihara lingkungan dan kesadaran penduduk yang berdomisili di sekitar kali Kampwolker dibutuhkan pendampingan dari pihak gereja, pemerintah dan adat.

Manusia bertanggung jawab memelihara alam, namun pertumbuhan penduduk dan kegiatan tidak berkelanjutan telah merusak lingkungan Kali Kampwolker, mengakibatkan penurunan kualitas air, keanekaragaman hayati, dan kesehatan masyarakat.Upaya yang telah dilakukan oleh gereja, pemerintah, dan adat—seperti pendidikan ekoteologi, revitalisasi sungai, dan kampanye pelestarian—masih belum cukup karena kurangnya partisipasi dan koordinasi komunitas lokal.Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang lebih terintegrasi antara ketiga pilar tersebut serta peningkatan kesadaran lingkungan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memulihkan ekosistem sungai.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program pendidikan ekoteologi dalam mengubah perilaku lingkungan anggota jemaat serta masyarakat sekitar (misalnya melalui survei pra‑dan pasca program). Penelitian lain dapat meneliti dampak jangka panjang reboisasi yang melibatkan partisipasi komunitas terhadap kualitas air dan keanekaragaman hayati di daerah aliran Kali Kampwolker. Selain itu, sebuah studi dapat dikembangkan untuk mengidentifikasi cara mengintegrasikan nilai‑nilai adat ke dalam kebijakan pengelolaan lingkungan formal, sehingga meningkatkan kepatuhan dan keberlanjutan intervensi lingkungan di wilayah tersebut.

Read online
File size135.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test