STTAASTTAA

Jurnal Amanat AgungJurnal Amanat Agung

Tulisan ini membahas perdebatan antara Karl Barth dan Erich Przywara tentang konsep analogia entis, yang merupakan konsep inti dalam teologi Katolik. Barth menentang konsep ini karena dianggap mengontrol kebebasan Allah dan membuat Allah menjadi setara dengan manusia. Przywara, seorang Yesuit, mengajukan konsep analogia entis sebagai suatu cara untuk menggambarkan hubungan antara ciptaan dan Pencipta. Tulisan ini juga membahas kritik Barth terhadap analogia entis dan pandangannya tentang anugerah Allah.

Perdebatan antara Barth dan Przywara tentang analogia entis merupakan perdebatan klasik antara Roma Katolik dan Protestan tentang teologi natural dan wahyu khusus.Barth menekankan kebebasan Allah dan anugerah-Nya, sedangkan Przywara mengajukan konsep analogia entis sebagai suatu cara untuk menggambarkan hubungan antara ciptaan dan Pencipta.Perdebatan ini masih relevan dalam konteks teologi modern yang bersentuhan dengan agama-agama dan budaya-budaya religius.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam tentang konsep analogia entis dan implikasinya dalam teologi modern. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang kritik Barth terhadap analogia entis dan pandangannya tentang anugerah Allah. Dalam konteks teologi agama-agama, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan konsep analogia entis dengan konsep-konsep lain dalam agama-agama lain. Penelitian juga dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam tentang peran analogia entis dalam memahami hubungan antara ciptaan dan Pencipta dalam teologi Katolik.

  1. #industri kreatif#industri kreatif
  2. #motor listrik#motor listrik
Read online
File size460.4 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-1iL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test