UMBIMAUMBIMA

Fundamental: Jurnal Ilmiah HukumFundamental: Jurnal Ilmiah Hukum

Penelitian ini menganalisis penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) pada tindak pidana pembunuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ilmu pengetahuan melalui metode SCI merupakan terobosan dalam proses pembuktian penanganan tindak pidana. Pembuktian ilmiah berbeda dengan pembuktian langsung terhadap tersangka atau saksi, karena saksi manusia cenderung memberikan keterangan palsu, sementara pemeriksaan SCI berbasis ilmu pengetahuan. Pembuktian perkara pidana secara SCI tidak terlepas dari bantuan Laboratorium Forensik untuk memeriksa barang bukti. Kendala yang dihadapi meliputi belum adanya produk hukum terkait metode SCI, kurangnya pengalaman penyidik, dan keterbatasan sarana prasarana, termasuk pemeriksaan DNA serta penolakan autopsi dari keluarga korban.

Penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) merupakan langkah maju dalam proses pembuktian tindak pidana pembunuhan.Metode ini menawarkan pembuktian yang lebih objektif dan ilmiah dibandingkan dengan metode konvensional yang mengandalkan keterangan saksi.Namun, implementasi SCI masih terkendala oleh aspek hukum, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang belum memadai.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi secara komprehensif kendala-kendala hukum yang menghambat penerapan metode Scientific Crime Investigation (SCI) di Indonesia, termasuk perlunya penyusunan undang-undang atau peraturan khusus yang mengatur penggunaan metode ini dalam proses penyidikan. Selain itu, penting untuk mengembangkan program pelatihan berkelanjutan bagi penyidik dan personel kepolisian lainnya dalam penguasaan teknik-teknik SCI, seperti analisis DNA, forensik digital, dan interpretasi bukti-bukti ilmiah lainnya, guna meningkatkan kualitas penyidikan dan memperkuat pembuktian di pengadilan. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada peningkatan kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap penggunaan metode SCI, khususnya terkait dengan pentingnya autopsi dalam mengungkap penyebab kematian dan mengidentifikasi pelaku kejahatan, dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media massa dalam kampanye edukasi.

Read online
File size181.96 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-24K
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test