IAISKJ MALANGIAISKJ MALANG
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling IslamAl-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling IslamFatherless menjadi suatu fenomena yang sangat sering ditemukan pada kalangan anak-anak remaja. Fenomena fatherless dapat disebabkan oleh perceraian dan kematian. Kondisi ini dapat mengganggu dan akan menjadikan suatu hambatan dalam proses perkembangan emosional pada remaja. Keadaan ini juga bisa membuat remaja kesulitan dalam mengontrol emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui . Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah remaja pada usia 12-15 tahun yang mengalami fatherless disebabkan oleh perceraian dan kematian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi tersebut memengaruhi perkembangan emosi remaja, terlihat dari kesulitan mengontrol emosi, perasaan sedih, iri, serta adanya sebagian yang menunjukkan kemampuan mengelola emosi lebih baik karena dukungan keluarga seperti ibu. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadi rujukan yang berkontribusi secara ilmiah dan praktis bagi orang tua, pendidik, konselor, maupun pembuat kebijakan untuk mendukung remaja yang mengalami fatherless dalam kesejahteraan emosional dan sosial yang sehat.
Fatherless memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan emosional remaja, baik yang disebabkan oleh kematian ayah maupun perceraian orang tua, manifestasi berupa emosi negatif seperti kesedihan, iri, dan penarikan diri.Sebaliknya, sebagian remaja yang memperoleh dukungan keluarga, khususnya dari ibu, menunjukkan respon emosional lebih positif seperti kemampuan mengelola emosi.Dengan demikian, dukungan keluarga berperan penting dalam menentukan kestabilan emosional remaja yang mengalami kondisi fatherless.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran figur ayah pengganti, seperti mentor atau saudara senior, dalam mengurangi dampak fatherless terhadap kesejahteraan emosional remaja; pendekatan ini dapat memberikan wawasan tentang alternatif dukungan sosial di luar keluarga inti. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perkembangan emosional remaja fatherless selama beberapa tahun, dengan membandingkan kelompok yang menerima tingkat dukungan ibu yang berbeda, akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor protektif yang berkelanjutan serta perubahan dinamika emosional seiring waktu. Selanjutnya, evaluasi program konseling emosional berbasis sekolah yang dirancang khusus untuk remaja fatherless, termasuk intervensi keterampilan regulasi emosi dan kegiatan pembentukan ikatan sosial, dapat menilai efektivitas strategi intervensi dalam meningkatkan resilien dan mengurangi gejala negatif pada populasi tersebut.
| File size | 267.64 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PPSDPPPSDP Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga anak pemulung dari tingkat pendidikan yang berbedaPenelitian ini menggunakan desain kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga anak pemulung dari tingkat pendidikan yang berbeda
UNUSIDAUNUSIDA Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam manajemen sumber daya manusia, melalui HRIS (Human Resource Information System)Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam manajemen sumber daya manusia, melalui HRIS (Human Resource Information System)
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak turut berkontribusi dalam perkembangan kognitif, intelektual, perilaku, peran gender, dan iman remaja. Jika ayahKeterlibatan ayah dalam pengasuhan anak turut berkontribusi dalam perkembangan kognitif, intelektual, perilaku, peran gender, dan iman remaja. Jika ayah
LINKPUBLINKPUB Adanya kecenderungan kepribadian depresif, schizoid pada infantile pada pelajar. Diperlukan kerja sama antara siswa, guru, tenaga kesehatan, serta stakeholderAdanya kecenderungan kepribadian depresif, schizoid pada infantile pada pelajar. Diperlukan kerja sama antara siswa, guru, tenaga kesehatan, serta stakeholder
UNIVEDUNIVED Job insecurity berpengaruh negatif terhadap kesejahteraan psikologis, dengan koefisien regresi sebesar -0,165, sehingga semakin tinggi ketidakamanan kerjaJob insecurity berpengaruh negatif terhadap kesejahteraan psikologis, dengan koefisien regresi sebesar -0,165, sehingga semakin tinggi ketidakamanan kerja
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahayaHasil penelitian menunjukkan bahwa respons afektif menduduki peringkat pertama, artinya meskipun pengetahuan dan emosi responden terhadap pesan bahaya
STIESIASTIESIA Namun, ketidakamanan kerja tidak berpengaruh signifikan langsung terhadap keinginan berpindah. Kepuasan kerja menjadi faktor penting yang menekan keinginanNamun, ketidakamanan kerja tidak berpengaruh signifikan langsung terhadap keinginan berpindah. Kepuasan kerja menjadi faktor penting yang menekan keinginan
AFEBIAFEBI Secara simultan, kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, sehingga perubahan dalam kualitas kehidupan kerjaSecara simultan, kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, sehingga perubahan dalam kualitas kehidupan kerja
Useful /
PPSDPPPSDP Studi deskriptif ini mengidentifikasi tingkat penundaan tetapi tidak secara empiris menyelidiki faktor-faktor penyebabnya. Penelitian selanjutnya harusStudi deskriptif ini mengidentifikasi tingkat penundaan tetapi tidak secara empiris menyelidiki faktor-faktor penyebabnya. Penelitian selanjutnya harus
INABJINABJ Adiposopati juga dapat mempengaruhi PKV secara tidak langsung dengan cara memperburuk faktor risiko PKV seperti DMT2, hipertensi, dan dislipidemia. SelainAdiposopati juga dapat mempengaruhi PKV secara tidak langsung dengan cara memperburuk faktor risiko PKV seperti DMT2, hipertensi, dan dislipidemia. Selain
INABJINABJ Kesimpulan ini harus dipertimbangkan dengan hati‑hati karena terdapat keterbatasan studi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan. Penelitian selanjutnyaKesimpulan ini harus dipertimbangkan dengan hati‑hati karena terdapat keterbatasan studi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan. Penelitian selanjutnya
INABJINABJ Radikal bebas dan stres oksidatif berperan penting dalam memodulasi fungsi reproduksi, khususnya pada abortus berulang dan kelainan kehamilan lainnya.Radikal bebas dan stres oksidatif berperan penting dalam memodulasi fungsi reproduksi, khususnya pada abortus berulang dan kelainan kehamilan lainnya.