SYEKH NURJATISYEKH NURJATI

Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling JournalProphetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal

Broken home didefinisikan sebagai kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena sering terjadi perselisihan yang berujung pada perpisahan atau perceraian. Anak-anak yang berasal dari broken home tidak hanya mereka yang berasal dari perceraian orang tua, tetapi juga dari keluarga yang tidak utuh atau tidak harmonis. Banyak faktor yang melatarbelakangi broken home, termasuk pertengkaran orang tua, perceraian, dan kesibukan orang tua, yang menimbulkan dampak psikologis pada anak seperti kecemasan dan ketakutan yang tinggi, perasaan terjepit, rasa bersalah, dan bahkan kebencian terhadap salah satu orang tua. Konselor dapat mengatasi masalah keluarga broken home melalui konseling keluarga yang melibatkan interaksi antar keluarga, kontrak awal, peningkatan kesadaran dan dinamika keluarga, serta penggabungan konseling individual dengan kerja keluarga secara keseluruhan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam membantu anak-anak yang berasal dari keluarga broken home mencapai tugas perkembangan mereka.Layanan orientasi, informasi, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan konseling individu dapat menjadi strategi efektif untuk meminimalkan dampak negatif broken home terhadap perkembangan remaja.Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, masyarakat, keluarga, dan partisipasi aktif dari peserta didik itu sendiri.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai teknik konseling dalam mengatasi dampak broken home pada anak, khususnya dengan mempertimbangkan karakteristik unik dari setiap kasus. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi konseling yang melibatkan seluruh anggota keluarga, tidak hanya anak dan orang tua, untuk menciptakan lingkungan keluarga yang lebih suportif dan harmonis. Terakhir, penting untuk meneliti peran sekolah dan masyarakat dalam memberikan dukungan sosial dan emosional kepada anak-anak broken home, serta mengembangkan program pencegahan dini untuk mengurangi risiko terjadinya broken home dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan konseling dan kesejahteraan psikologis anak-anak yang berasal dari keluarga broken home, serta memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kompleksitas permasalahan keluarga dan dampaknya terhadap perkembangan individu.

Read online
File size352.21 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test