ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Kodrat alam manusia memiliki kecenderungan mencari dan mengenal, mendekatkan dan melindungkan dirinya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan berbagai cara dan bentuknya. Kecenderungan-kecenderungan tersebut tidak tumbuh dengan serempak, tetapi melalui proses yang cukup lama, Kemudian menumbuhkan dan membangkitkan perasaan cinta dan rindu yang mengg€lora. Cinta dan rindu yang mempunyai makna lain dengan cinta dan rindunya kepada sesama manusia. Dalam pada itu Tuhanpun mengutus Nabi dan Rasul-Nya untuk memperkenalkan DIRINYA kepada hamba-hamba-Nya, dengan disertai pernyataan Firman: Allah akan mendatangkan suatu bangsa yang dicintai-Nya dan yang mencintai-Nya. 5 z 54. Jika kalian cinta kepada Allah, maka Allah akan mencintai kalian, 3 : 31. Ikutilah aku dan senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan hamba-Ku perbuatan-perbuatan hingga aku cinta padanya. Orang yang Ku-cintai menjadi telinga, mata dan tangan-Ku. l) (Hadits) Akan tetapi rupanya manusia, suka berlebih-lebihan dan serba tidak puas dengan apa yang telah ada. Sehingga dalam usahanya melampiaskan cinta dan rindunya kepada Tuhanpun, kadang-kadang mencari jalan lain yang menurut anggapan dan perasaannya akan membawa kepada kesempurnaan dan kepuasan jiwanya, mereka sering menempuh jalan yang berbahaya yang membawa kepada kesesatan menyimpang dari peiunjuk yang dikhendaki Tuhan sendiri.

Selama tarikat-tarikat itu tidak menimbulkan gangguan baik terhadap aqidah maupun terhadap kehidupan sosiil, akan tetap merupakan suatu sistem yang baik bagi pembinaan spiriruil bangsa terutama pada saat-saat sekarang ini, dimana pembangunan rirituit ini- merupakan salah satu unsur pokok dalam pembangunan secara kesoluruhan.Akan tetapi juga perlu menjadi perhatian bahwa pada saat-saat munculnya tarikat itu telah terjadi penyimpangan dan penyelewengan aqidah yang membawa kciusakin iman seseorang.Harapan yang tadinya ingin mendekatkan diri kepada Allah justru sebaliknya jadi menjauhkan diri dari pada-Nya.Juga gejarah telah menunjukkan bahwa tarikat-tarikat itu dengan sistit hubungan persaudaraannya dan hubungan antara guru dan murid, sering dijadikan sarana untuk mengadakan gerakan-gerakan sosial ataupun politik dan pemberontakan.Disamping itu sering pula menimbulkan gejala-gejala rosial yang tidak menguntungkan dengan terjadinya kemunduran intelektualitas-rebagai ut ibut dari sifatnya yang statis dan tradisionil tertutup serta bersikap nrima yang ber-akibat lebih jauh menyangkut sikap dan kreitivitas tiouI yang kurang simpatik.Dapat dirasakan bahwa agama bergerak dari individu menuju masyarakat, karena itu penghayatan dan penerimaan pengertian agama adalah satu-satunya kemungkinan pemikiran untuk -rrnu-hami seluruh hidup sebagai kesatuan esensi dan kekuatan dasar.Bila tujuan hidup adalah untuk mengabdi atau beribadat kepada Allah, maka hidup ini harus dipandang dari aspek-aspek hidup dan kehidupan secara keseluruhan sebagai tanggung jawab moral.Dengan demikian seluruh tindak dan amal perbuatan kita bagaimanapun kecilnya tidak lain dari pada suatu pengabdian/ibadah yang dilakukan dengan sadar, yang merupakan bagian dari rencana universil Tuhan.Kitapun hendaknya senantiasa ingat bahwa Islam itu adalah program hidup yang ditetapkan Allah seruai dengan hukum-hukum alam yang diciptakan-Nyu.Program hidup mana hanya akan bisa dicapai secara maksimal bila terdapat koordinasi yang sempurna dari pada seluruh aspek-aspek spirituil dan materiil kehidupan manusia.Islam memberikan jaminan batasan hubungan metafisik antara manusia dan pencipta-Nya, hubungan duniawi anlara individu dan masyarakat serta lingkungannya.Pengertian ke-Esaan Tuhan harus direfleksikan kedalam perhubungan hidup, kearah koordinasi dan penyeragaman berbagai aspek kehidupan itu sendiri.Karena itu ibadah kepada Allah itu haruslah memberikan bentuk dan arti bagi hidup dan kehidupan manusia, disamping itu kesempurnaan individu hanya dapat diperoleh dalam perjuangan dan kehidupan dunia ini.

Saran penelitian lanjutan yang pertama adalah mengkaji lebih dalam tentang pengaruh tarikat-tarikat Sufi ortodoks terhadap penyebaran Islam di Indonesia, terutama dalam hal bagaimana mereka mampu menyelaraskan ajaran Islam dengan kepercayaan asli masyarakat Indonesia. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis karya-karya para ahli tasawuf seperti Hamzah Fansuri dan Syamsuddin al-Sumatrani, serta mempelajari pengaruh mereka terhadap masyarakat Indonesia. Saran penelitian lanjutan yang kedua adalah meneliti lebih lanjut tentang hubungan antara tarikat-tarikat Sufi dengan gerakan-gerakan sosial, politik, dan pemberontakan di Indonesia. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis sejarah dan dinamika tarikat-tarikat tersebut, serta bagaimana mereka memanfaatkan hubungan persaudaraan dan hubungan antara guru dan murid untuk mencapai tujuan-tujuan sosial dan politik. Saran penelitian lanjutan yang ketiga adalah mengkaji tentang dampak tarikat-tarikat Sufi terhadap intelektualitas dan kreativitas masyarakat Indonesia. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menelusuri sejarah dan perkembangan tarikat-tarikat tersebut, serta bagaimana mereka mempengaruhi pemikiran dan perilaku masyarakat, terutama dalam hal sikap dan kreativitas individu.

Read online
File size2.05 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test