ISI DPSISI DPS

Mudra Jurnal Seni BudayaMudra Jurnal Seni Budaya

Tari Gandrung merupakan kekayaan budaya lokal Banyuwangi dan dijadikan maskot daerah Banyuwangi. Tari gandrung banyak dipentaskan di berbagai acara publik, termasuk dalam tradisi petik laut. Pementasan tari gandrung dalam tradisi petik laut memiliki makna tersendiri karena tradisi ini diyakini sebagai bentuk persembahan kepada Dewa Laut agar nelayan dianugrahi ikan yang berlimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tari gandrung dan makna filosofi tari gandrung yang terkandung dalam tradisi petik laut di pantai Muncar Banyuwangi.

Tari gandrung merupakan puncak hasil budaya daerah Banyuwangi dengan unsur-unsur seni yang fundamental yang berakar pada sejarah lokal Banyuwangi.Bahkan tari gandrung Banyuwangi merupakan sumber atau inti dari kesenian yang ada di Banyuwangi.Baik dari nyanyianya dan juga bentuk tariannya.Pementasan tari gandrung dalam tradisi petik laut merupakan salah satu syarat kesempurnaan jalannya tradisi ini.Dalam tradisi petik laut tari gandrung dipentaskan bersamaan dengan persiapan larung sesaji ke laut.Tahapan pementasan ada tiga pola yakni pertama jejer, paju dan seblang-seblang.Dalam gerakan jejer, gending terdiri dari lagu Padha Nonton yang berjumlah delapan bait, 32 baris.Setiap baitnya terbagi menjadi empat baris, baru kemudian dilanjutkan dengan gending Padha Nonton pada bait-bait berikutnya dengan gerak tari yang sesuai warna lagu yang dibawakan.Kemudian babak kedua disebut Paju gending yang dibawakan bebas sesuai permintaan yang akan ikut menari (maju gandrung) dan ketiga Seblang-seblang yang selalu diawali dengan gending atau lagu yang berjudul Seblang Lukito dan gending-gending lainnya.Pementasan tari gandrung dalam tradisi Petik laut merupakan wujud filosfis yang disimbolkan oleh puisi atau lagu Seblang Lukento sebagai simbol akhir perjalanan hidup manusia dalam memuja dan memuji Hyang Murbeng Dumadi.Akhirnya, hakekat gerak Gandrung dengan jejer, paju dan Seblang-seblang merupakan ekspresi hidup manusia dalam perilaku keseharian dalam kehidupan sosial relegius.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang makna filosofis tari gandrung dalam tradisi petik laut, khususnya dalam adegan seblang-seblang. Penelitian ini dapat fokus pada analisis simbol-simbol yang digunakan dalam tarian dan nyanyian, serta bagaimana simbol-simbol tersebut merepresentasikan pesan-pesan tentang hidup dan kehidupan. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana tari gandrung berfungsi sebagai perekat kekerabatan, toleransi, dan kerukunan masyarakat, serta bagaimana tradisi ini dapat dipertahankan dan dilestarikan di tengah pengaruh globalisasi.

  1. #industri kreatif#industri kreatif
  2. #karakter bangsa#karakter bangsa
Read online
File size8.81 MB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2bV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test