JOURNAL JPSJOURNAL JPS

Journal of Pharmaceutical and SciencesJournal of Pharmaceutical and Sciences

Peredaran jamu melalui e-marketplace menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan produk akibat penambahan bahan kimia obat secara ilegal untuk memberikan efek terapeutik yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bahan kimia obat, khususnya teofilin dan klorfeniramin maleat, dalam jamu yang diklaim dapat mengatasi sesak napas dengan menggunakan kombinasi metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan spektroskopi inframerah transformasi Fourier. Analisis kualitatif dilakukan melalui optimasi dan validasi metode KLT menggunakan dua sistem fase gerak, kemudian dilanjutkan dengan kromatografi dua dimensi untuk meningkatkan selektivitas pemisahan. Sistem yang teroptimasi menunjukkan pemisahan yang memadai dengan nilai resolusi yang memenuhi kriteria penerimaan. Hasil menunjukkan bahwa semua sampel jamu memiliki nilai faktor retensi (Rf) yang sebanding dengan standar. Konfirmasi dengan FTIR menunjukkan pita serapan khas chlorpheniramine maleate (CTM) dan teofilin. Hasilnya, seluruh sampel (5 dari 5) dinyatakan positif mengandung bahan kimia obat, dengan CTM teridentifikasi pada sampel 1 dan 4 serta teofilin pada sampel 2, 3, dan 5. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian jamu yang beredar di e-marketplace mengandung bahan kimia obat, yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan obat tradisional.

Analisis menunjukkan bahwa beberapa sampel jamu sesak napas yang beredar di e-marketplace memiliki karakteristik kromatografi dan spektrum gugus fungsi yang identik dengan baku pembanding bahan kimia obat (BKO), yaitu chlorpheniramine maleate dan teofilin.Identifikasi menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) memperlihatkan kesesuaian nilai faktor retensi (Rf) antara sampel dan standar, yang selanjutnya dikonfirmasi melalui spektroskopi inframerah transformasi Fourier (FTIR) berdasarkan kemiripan pita serapan gugus fungsi khas masing-masing senyawa.Dari lima sampel jamu yang dianalisis, sampel 1 dan 4 teridentifikasi mengandung chlorpheniramine maleate, sedangkan sampel 2, 3, dan 5 mengandung teofilin, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh sampel jamu sesak napas yang diuji mengandung BKO yang tidak diperbolehkan dalam sediaan obat tradisional.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis kuantitatif kadar BKO dalam jamu menggunakan metode seperti HPLC untuk memahami risiko toksikologis secara lebih akurat. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas regulasi pemerintah dalam mengawasi e-marketplace, terutama terkait pendaftaran produk dan verifikasi izin edar. Penelitian lain dapat mengeksplorasi keberadaan BKO lain seperti kortikosteroid atau analgesik dalam jamu, yang sering dilaporkan disalahgunakan. Dengan pendekatan ini, pengawasan produk jamu dapat diperketat, dan konsumen dapat lebih sadar akan potensi bahaya konsumsi jamu yang tidak aman.

  1. :: AD :: Annals of Dermatology. ad annals dermatology ann dermatol aug english published jul https doi... anndermatol.org/DOIx.php?id=10.5021/ad.2019.31.4.438AD Annals of Dermatology ad annals dermatology ann dermatol aug english published jul https doi anndermatol DOIx php id 10 5021 ad 2019 31 4 438
  2. Reaksi Obat yang Tidak Diharapkan dari Penggunaan Teofilin akibat Interaksi dengan Obat Penghambat Enzim... jurnal.unpad.ac.id/ijcp/article/view/29707Reaksi Obat yang Tidak Diharapkan dari Penggunaan Teofilin akibat Interaksi dengan Obat Penghambat Enzim jurnal unpad ac ijcp article view 29707
  3. Detection of Chemical Drug Substances (CDS) in Herbal Medicines for Shortness of Breath Circulating on... journal-jps.com/new/index.php/jps/article/view/1372Detection of Chemical Drug Substances CDS in Herbal Medicines for Shortness of Breath Circulating on journal jps new index php jps article view 1372
Read online
File size915.6 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test