UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and Culture

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi saat ini telah menimbulkan dampak positif dan juga dampak negatif dalam kehidupan manusia. Kemajuan Ilmu Pengetahun dan Teknologi telah mempermudah keberlangsungan hidup manusia, selain itu juga merusak tatanan kehidupan manusia seperti degradasi moralitas, pengerusakan lingkungan alam dan sosial serta mengikisnya dan bahkan hilangnya kearifan lokal. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman peserta didik mengenai kearifan lokal menimbulkan permasalahan sehingga diperlukan solusi berupa pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran. Pembelajaran IPS berbasis nilai-nilai kearifan lokal sebagai salah satu sarana untuk menanamkan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta didik untuk ikut terlibat dalam menjaga dan melestarikan nilai dan budaya lokal. Kota Gresik merupakan kota yang kaya akan tradisi, hal ini terlihat dari tiap – tiap daerah yang memiliki aneka ragam jenis tradisi seperti upacara adat. Salah satu kearifan lokal upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Gresik secara turun temurun adalah tradisi upacara adat Tegal Desa. Disisi lain, peserta didik harus memiliki kecerdasan di luar kecerdasan kognitif, yaitu kecerdasan majemuk yang diperlukan individu untuk memahami kondisi keragaman budaya. Kecerdasan ini di namakan Cultural Intelligence. Jadi melalui pembelajaran IPS berbasis nilai – nilai kearifan lokal tradisi Tegal Desa dapat menghasilkan peserta didik yang memiliki Cultural Intelligence. Metodologi yang di gunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif dan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan.

Pembelajaran IPS berbasis nilai – nilai kearifan lokal tradisi Tegal Desa seharusnya dapat memberikan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang keragaman budaya, sehingga menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai terhadap keragaman budaya.Pembelajaran IPS sebagai wahana yang berfungsi membekali peserta didik dengan kemampuan lintas budaya dapat digunakan sebagai resolusi konflik serta sebagai jembatan untuk membangun Cultural Intelligence peserta didik sebagai generasi bangsa.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas model pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan pemahaman peserta didik tentang budaya lokal dan pengembangan kecerdasan budaya mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran tersebut dengan model pembelajaran konvensional. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Tegal Desa dapat diintegrasikan secara lebih efektif dalam kurikulum IPS, serta bagaimana peran guru dalam memfasilitasi proses pembelajaran tersebut. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian yang valid dan reliabel untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang kearifan lokal dan kecerdasan budaya mereka, sehingga dapat memberikan umpan balik yang konstruktif bagi proses pembelajaran.

Read online
File size306.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test