UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and Culture

Tujuan penelitian adalah meningkatkan Motivasi belajar peserta didik dan prestasi belajar Sejarah (Peminatan) menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Polokarto semester Gasal tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dimulai Agustus 2019 sampai November 2019, di kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Polokarto. Subyek penelitian: peserta didik kelas XI IPS1. Jumlah peserta didik 32. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan non tes. Alat pengumpul data berupa butir-butir soal tes tertulis dan lembar Observasi aktivitas belajar peserta didik yang dilakukan kolaborator. Hasil penelitian: Kondisi awal ke siklus 2 terjadi peningkatan motivasi belajar peserta didik dari ke-empat aspek yang dinilai yaitu: Aspek kehadiran tetap 100%, aspek interaksi dengan guru meningkat dari 15,63% menjadi 93,75%, aspek antusias dalam kelompok meningkat dari 0% menjadi 66,27%, sedangkan aspek tanggung jawab dalam pembelajaran meningkat dari 15,63% menjadi 93,75%. Pada nilai prestasi dari kondisi awal ke siklus 2 meningkat dari nilai rerata 58,91 menjadi 80,16. Nilai tertinggi naik dari 75 menjadi 95, nilai terendah naik dari 45 menjadi 65 dan ketuntasan belajar meningkat dari 31,25% menjadi 90,63%.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Sejarah (Peminatan) pada peserta didik kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Polokarto.Motivasi belajar peserta didik mengalami peningkatan signifikan pada aspek kerja sama kelompok, interaksi dengan guru, tanggung jawab, dan kehadiran.Selain itu, prestasi belajar juga menunjukkan peningkatan dengan nilai rata-rata kelas naik dari 58,91 menjadi 80,16 dan ketuntasan belajar meningkat dari 31,25% menjadi 90,63%.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berhasil meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Sejarah. Untuk memperkaya pemahaman kita tentang efektivitas PBL, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi jangka panjang guna mengamati bagaimana penerapan PBL secara berkelanjutan memengaruhi minat belajar, kemampuan berpikir kritis, dan retensi materi Sejarah siswa dalam periode yang lebih lama, misalnya selama satu semester penuh atau bahkan satu tahun ajaran, dan apakah dampaknya tetap signifikan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, mengingat studi ini berfokus pada Sejarah, penelitian di masa depan bisa membandingkan efektivitas model PBL ini dengan pendekatan pembelajaran inovatif lainnya, seperti Project-Based Learning atau Blended Learning, pada mata pelajaran Sejarah atau mata pelajaran lain yang memiliki karakteristik serupa di sekolah yang berbeda atau dengan demografi siswa yang lebih luas, untuk melihat sejauh mana hasil positif ini dapat digeneralisasi. Terakhir, mengingat tantangan awal seperti materi yang dianggap sulit dan kurangnya media pembelajaran, penelitian selanjutnya dapat menggali secara lebih mendalam faktor-faktor spesifik yang mendukung atau menghambat keberhasilan implementasi PBL, misalnya dengan menganalisis peran guru dalam memfasilitasi diskusi, ketersediaan sumber belajar digital atau alat peraga yang relevan, serta dampak pelatihan guru dalam penerapan PBL yang lebih optimal, sehingga dapat memberikan panduan praktis yang lebih komprehensif bagi para pendidik.

Read online
File size231.27 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test