UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and Culture

Secara kelembagaan, kurikulum Pendidikan IPS harus disesuaikan dengan tantangan global, intensitas forum akademik ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Pada level kelas, pengajar perlu meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan dan kreatif dalam melaksanakan pembelajaran yang bermakna sebagai upaya menghasilkan good citizen dapat terwujud. Pada era globalisasi banyak efek yang meresap dalam saraf kehidupan. Efek tersebut menimbulkan masalah sosial seperti individualistis, egoistis, kurang dapat berkomunikasi secara efektif, rendahnya empati, kurangnya rasa tanggung jawab, tingkat disiplin rendah, kurang bekerjasama dan berinteraksi di dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan IPS mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan tanggung jawab sosial dan keterampilan sosial peserta didik, dengan begitu peserta didik diharapkan dapat hidup secara lebih fungsional dan bermakna di era globalisasi.

Tanggung jawab sosial dan keterampilan sosial peserta didik sangat tergantung pada guru sebagai pengembang kurikulum.guru harus menguasai misi kurikulum IPS, kemampuan transdisipliner, multisiplin, serta metode, media, sumber belajar, dan asesmen yang bervariasi.Pembelajaran IPS yang efektif memerlukan guru yang memahami isi kurikulum secara mendalam, menghindari pendekatan hafalan semata, serta menerapkan strategi reflektif dan nilai‑berbasis untuk mengembangkan keterampilan sosial, dengan penilaian yang melampaui evaluasi non‑tes.IPS (PIPS) berperan penting dalam membangun identitas nasional dan menghasilkan warga negara yang kreatif, problem‑solver, serta bermoral, sehingga perlu terus disesuaikan dengan dinamika globalisasi melalui sinergi antara kurikulum, LPTK, guru, dan pembuat kebijakan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana program pengembangan profesional bagi guru yang berfokus pada kurikulum IPS transdisipliner memengaruhi peningkatan tanggung jawab sosial dan keterampilan sosial siswa, dengan mengukur perubahan perilaku dan sikap peserta didik setelah pelatihan. Selain itu, studi empiris dapat mengevaluasi penerapan strategi pembelajaran reflektif dan berbasis nilai dalam IPS terhadap keterlibatan siswa dan pengembangan keterampilan sosial mereka, terutama di sekolah dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, untuk menentukan faktor-faktor yang memperkuat atau menghambat efektivitasnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran kolaborasi antara guru, LPTK, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan komunitas dalam merancang kurikulum IPS yang selaras dengan kompetensi global sekaligus menghormati nilai budaya lokal, dengan menilai dampak kolaborasi tersebut terhadap relevansi kurikulum dan kesiapan lulusan menghadapi tantangan global.

Read online
File size254.75 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test