IC MESIC MES
Jurnal ICMESJurnal ICMESPerang Global Melawan Terorisme (GWOT) telah berlangsung 17 tahun sejak 2001 namun belum berhasil membuat dunia lebih aman. Aksi-aksi teror terus terjadi di berbagai negara, bahkan kelompok-kelompok teroris baru bermunculan, antara lain IS (Islamic State). Presiden AS sejak era George W. Bush hingga Trump terus-menerus menyebut terorisme sebagai ancaman bagi keamanan nasional dan keamanan dunia. Dalam artikel ini, penulis akan membahas fenomena ini dengan menggunakan teori sekuritisasi, untuk menjawab pertanyaan apakah terorisme benar-benar mengancam keamanan masyarakat AS atau adakah faktor-faktor lain yang melatarbelakangi keberlanjutan kebijakan GWOT AS? Penelitian ini menemukan bahwa meskipun aksi-aksi terorisme telah menjatuhkan banyak korban, korban yang jatuh akibat GWOT jauh lebih besar. Tujuan AS dalam melancarkan GWOT adalah untuk menakuti-nakuti publik dunia (politics of fear) sehingga negara-negara bersedia bergabung dalam berbagai operasi militer GWOT. Hal ini sangat menguntungkan industri militer AS dan meningkatkan dominasi AS di dunia.
Meskipun serangan teror pada 11 September 2001 telah menyebabkan korban jiwa, kebijakan Perang Global Melawan Terorisme (GWOT) yang diluncurkan Amerika Serikat justru menimbulkan korban yang jauh lebih besar di berbagai negara.Melalui teori sekuritisasi, pemerintah AS berhasil mengangkat isu terorisme sebagai ancaman eksistensial untuk memobilisasi dukungan global, sehingga terorisme menjadi ancaman keamanan dunia.Motif di balik GWOT tidak semata-mata keamanan nasional AS, melainkan ambisi pengendalian minyak, dominasi global, perlindungan Israel, serta keuntungan bisnis perang dan militer.
Pertama, penelitian baru bisa dilakukan untuk mengkaji dampak jangka panjang dari kebijakan Perang Global Melawan Terorisme terhadap hubungan internasional antara Amerika Serikat dan negara-negara Muslim di Timur Tengah, dengan fokus pada bagaimana persepsi warga sipil di kawasan itu berubah seiring waktu. Kedua, studi lanjutan dapat mengeksplorasi peran media massa dalam membentuk narasi ketakutan terhadap terorisme, dengan memperbandingkan liputan berita di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia selama periode pasca peristiwa 11 September 2001. Ketiga, analisis mendalam tentang keterlibatan perusahaan-perusahaan swasta dalam industri militer selama GWOT dapat dilakukan untuk memahami bagaimana profit ekonomi mempengaruhi keputusan politik, dengan melihat data pengeluaran militer dan kontrak bisnis di berbagai negara yang terdampak. Keempat, penelitian bisa memperluas analisis sekuritisasi dengan memasukkan perspektif non-Barat, seperti bagaimana Indonesia atau negara Asia Tenggara melihat dan merespons isu terorisme global. Kelima, kajian baru dapat meneliti efektivitas penggunaan teknologi seperti drone dalam konteks GWOT, apakah teknologi itu benar-benar mengurangi risiko bagi pasukan AS atau justru meningkatkan risiko geopolitik di masa depan. Enam, studi komparatif antara era Presiden Bush, Obama, dan Trump dalam menjalankan GWOT bisa menjadi topik penelitian lanjutan, untuk melihat konsistensi motivasi atau perubahan prioritas keamanan nasional. Ketujuh, peneliti bisa fokus pada aspek psikologis warga sipil di daerah konflik, seperti trauma berkepanjangan akibat serangan drone, dan bagaimana hal itu memengaruhi stabilitas sosial jangka panjang. Kedelapan, artikel lanjutan dapat menganalisis definisi terorisme dalam kerangka hukum internasional dan bagaimana perbedaan definisi tersebut mempengaruhi kebijakan counterterrorism global. Kesembilan, penelitian empiris tentang korban sipil di Irak atau Afghanistan menggunakan data kecil dapat dikembangkan menjadi kajian luas yang mengukur dampak humaniter GWOT terhadap populasi muda, seperti pendidikan dan kesehatan anak-anak. Kesepuluh, studi baru bisa mengevaluasi apakah politik ketakutan yang dipromosikan oleh Amerika Serikat telah berhasil mengubah norma keamanan global, atau justru menciptakan dilema bagi organisasi seperti PBB dalam menghadapi ancaman non-tradisional.
| File size | 268.23 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
ALJAMIAHALJAMIAH Dengan memperkenalkan penalaran induktif, Socrates mencoba mengungkap hakikat universal tentang Tuhan, tentang keadilan, dan sebagainya. Suhrawardi, diDengan memperkenalkan penalaran induktif, Socrates mencoba mengungkap hakikat universal tentang Tuhan, tentang keadilan, dan sebagainya. Suhrawardi, di
ALJAMIAHALJAMIAH Pendidikan Islam, yang berdasarkan pada epistemologi Bayani, telah membantu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, perlu diakui bahwaPendidikan Islam, yang berdasarkan pada epistemologi Bayani, telah membantu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, perlu diakui bahwa
BINUSBINUS Visi Saudi 2030 telah memicu transformasi ibadah Haji dan Umrah di Kerajaan Arab Saudi (KSA), memberikan peluang investasi yang menguntungkan bagi investorVisi Saudi 2030 telah memicu transformasi ibadah Haji dan Umrah di Kerajaan Arab Saudi (KSA), memberikan peluang investasi yang menguntungkan bagi investor
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Sedangkan dalam mawaris meliputi wasiat wajibah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum keluarga mencakup ketentuan mengenai hubungan antar anggota keluarga,Sedangkan dalam mawaris meliputi wasiat wajibah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum keluarga mencakup ketentuan mengenai hubungan antar anggota keluarga,
UINUIN Salah satu tema reformasi hukum keluarga Islam yang menarik untuk diamati adalah status hukum poligami. Hampir seluruh negara-negara Muslim melakukan upayaSalah satu tema reformasi hukum keluarga Islam yang menarik untuk diamati adalah status hukum poligami. Hampir seluruh negara-negara Muslim melakukan upaya
UINUIN Kedua, suami diwajibkan memberikan nafkah pada istri dan anak dalam UIDHR, sementara UDHR lebih menekankan hak atas upah kerja untuk kehidupan keluarga.Kedua, suami diwajibkan memberikan nafkah pada istri dan anak dalam UIDHR, sementara UDHR lebih menekankan hak atas upah kerja untuk kehidupan keluarga.
UINUIN Abdulahi Ahmed An‑Naim berpendapat bahwa hak asasi manusia global tidak dapat diselesaikan melalui Syariah, melainkan hanya oleh hukum sekuler. Ia menuduhAbdulahi Ahmed An‑Naim berpendapat bahwa hak asasi manusia global tidak dapat diselesaikan melalui Syariah, melainkan hanya oleh hukum sekuler. Ia menuduh
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA Tulisan ini akan menguraikan mengenai sejarah ekonomi Islam modern dan keterkaitannya dengan politik dalam upaya merumuskan berbagai hukum ekonomi Islam.Tulisan ini akan menguraikan mengenai sejarah ekonomi Islam modern dan keterkaitannya dengan politik dalam upaya merumuskan berbagai hukum ekonomi Islam.
Useful /
IC MESIC MES Dengan membahas terorisme dari berbagai sudut pandang ini, ICMES berharap pemahaman publik menjadi lebih luas sehingga langkah-langkah pencegahan terorismeDengan membahas terorisme dari berbagai sudut pandang ini, ICMES berharap pemahaman publik menjadi lebih luas sehingga langkah-langkah pencegahan terorisme
UINUIN Penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus konflik pembangunan gedung serbaguna Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis, faktor dominan adalah perbedaan penafsiranPenelitian menunjukkan bahwa dalam kasus konflik pembangunan gedung serbaguna Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis, faktor dominan adalah perbedaan penafsiran
UINUIN Sebelum itu, pendirian bank syariah di Indonesia terhalang bukan karena alasan ekonomis, tetapi karena ada stigma politik yang terkait dengan Islam terutamaSebelum itu, pendirian bank syariah di Indonesia terhalang bukan karena alasan ekonomis, tetapi karena ada stigma politik yang terkait dengan Islam terutama
UINUIN Abstrak. Jihad dan Thâifah Manshûrah: Basis Syariah Identitas Kelompok Jihadis. Studi ini bertujuan mengkaji bagaimana konsep jihad dan thâifah manshurahAbstrak. Jihad dan Thâifah Manshûrah: Basis Syariah Identitas Kelompok Jihadis. Studi ini bertujuan mengkaji bagaimana konsep jihad dan thâifah manshurah