UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and CultureArtikel ini berusaha mengetahui mengenai relevansi Dalem Kawedanan Bekonang baik dari segi fungsi maupun bangunan berdasarkan tinjauan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya serta mengetahui keadaan Dalem Kawedanan Bekonang pada masa kini baik ditinjau dari fungsi maupun bentuk bangunan. Dalem Kawedanan Bekonang merupakan tempat bersejarah yang penting bagi perkembangan terbentuknya Kabupaten Sukoharjo, namun sangat disayangkan sebagian masyarakat terutama kalangan anak muda masa kini sudah tidak mengetahui cerita-cerita sejarah yang ada dilingkungannya sendiri. Untuk mendapatkan hasil yang dapat dipercaya dan dapat mencerminkan jawaban yang sesuai dengan apa yang diharapkan dalam mencapai tujuan penelitian digunakan penelitian historis dengan pendekatan sosial. Dari uraian yang telah disampaikan, dapat kita simpulkan bahwa: Bangunan Dalem Kawedanan Bekonang masih relevan disebut sebagai Bangunan Cagar Budaya menurut kriteria yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya Pasal 5 Mengenai Kriteria Cagar Budaya.
Bangunan Dalem Kawedanan Bekonang masih relevan disebut sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010.Dalem Kawedanan Bekonang memiliki peran penting dalam sejarah terbentuknya Kabupaten Sukoharjo.Revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah menyelamatkan dan memfungsikan kembali Dalem Kawedanan Bekonang sebagai ruang publik.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai sejarah sosial dan budaya yang terkait dengan Dalem Kawedanan Bekonang, termasuk peranannya dalam kehidupan masyarakat lokal pada masa lalu. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan bangunan-bangunan cagar budaya serupa di wilayah lain untuk mengidentifikasi praktik pelestarian terbaik dan tantangan yang serupa. Terakhir, penelitian mengenai potensi pengembangan Dalem Kawedanan Bekonang sebagai destinasi wisata edukasi yang berkelanjutan dapat dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat setempat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian cagar budaya dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sejarah dan budaya lokal, serta membuka peluang pengembangan potensi wisata yang berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo. Dengan demikian, Dalem Kawedanan Bekonang tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat dan sumber inspirasi bagi generasi mendatang.
| File size | 275.54 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSERAUNSERA Meskipun memiliki potensi pasar yang besar, UMKM ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam manajemen usaha, pemasaran digital, pencatatanMeskipun memiliki potensi pasar yang besar, UMKM ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam manajemen usaha, pemasaran digital, pencatatan
SAINTISPUBSAINTISPUB Masjid Bakrie merupakan kawasan wisata religi dengan potensi strategis dalam membentuk identitas kota. Penelitian ini membahas konsep aksentuasi dan eskalasiMasjid Bakrie merupakan kawasan wisata religi dengan potensi strategis dalam membentuk identitas kota. Penelitian ini membahas konsep aksentuasi dan eskalasi
UNSERAUNSERA Sampah yang sudah dipilah dikumpulkan per kelas dan disetor ke bank sampah pada akhir setiap bulan, kemudian ditimbang dan dikonversikan menjadi tabunganSampah yang sudah dipilah dikumpulkan per kelas dan disetor ke bank sampah pada akhir setiap bulan, kemudian ditimbang dan dikonversikan menjadi tabungan
UNSERAUNSERA Di wilayah Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang, masalah pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan observasi awal, kesadaranDi wilayah Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang, masalah pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan observasi awal, kesadaran
UNSERAUNSERA Pengelolaan sampah yang efektif merupakan aspek penting dalam mewujudkan pembangunan lingkungan berkelanjutan, terutama di lingkungan pendidikan. ArtikelPengelolaan sampah yang efektif merupakan aspek penting dalam mewujudkan pembangunan lingkungan berkelanjutan, terutama di lingkungan pendidikan. Artikel
AREAIAREAI Untuk mengatasi hal tersebut, para Polwan menerapkan strategi seperti pengelolaan waktu yang efisien, membangun komunikasi yang sehat dengan anggota keluarga,Untuk mengatasi hal tersebut, para Polwan menerapkan strategi seperti pengelolaan waktu yang efisien, membangun komunikasi yang sehat dengan anggota keluarga,
UIN MALANGUIN MALANG Pertumbuhan Banda Aceh dimulai dari tepi sungai Krueng Aceh, yang berperan dalam membentuk tata kota. Studi ini menekankan pentingnya elemen sosial danPertumbuhan Banda Aceh dimulai dari tepi sungai Krueng Aceh, yang berperan dalam membentuk tata kota. Studi ini menekankan pentingnya elemen sosial dan
UMSUMS Kualitas hidup perkotaan adalah ukuran penting dari pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yangKualitas hidup perkotaan adalah ukuran penting dari pengembangan perkotaan yang berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
Useful /
ONERESEARCHONERESEARCH Hasilnya menunjukkan bahwa akuntabilitas dipahami terutama sebagai kewajiban spiritual kepada Allah, diikuti oleh kewajiban kepada muzaki, mustahik, danHasilnya menunjukkan bahwa akuntabilitas dipahami terutama sebagai kewajiban spiritual kepada Allah, diikuti oleh kewajiban kepada muzaki, mustahik, dan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Kajian ini secara khusus ditulis sebagai hasil refleksi tentang keberagaman di Indonesia pada saat ini, dimana gesekan-gesekan atas nama suku, ras, agamaKajian ini secara khusus ditulis sebagai hasil refleksi tentang keberagaman di Indonesia pada saat ini, dimana gesekan-gesekan atas nama suku, ras, agama
UNSERAUNSERA Hal ini ditunjukkan oleh tidak terjadinya fermentasi aktif pada beberapa media (keranjang), yang kemungkinan besar disebabkan oleh ketidakseimbangan komposisiHal ini ditunjukkan oleh tidak terjadinya fermentasi aktif pada beberapa media (keranjang), yang kemungkinan besar disebabkan oleh ketidakseimbangan komposisi
UNSERAUNSERA Hasil yang diperoleh menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku santri, dengan 74% santri mulai memisahkan sampah sesuai jenisnya dan 70% santri mulaiHasil yang diperoleh menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku santri, dengan 74% santri mulai memisahkan sampah sesuai jenisnya dan 70% santri mulai