IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO
KodifikasiaKodifikasiaKlepu sebuah desa yang indah di ujung timur Kabupaten Ponorogo selama ini dikenal menjadi model harmonisasi antar pemeluk agama yang berbeda: Islam dan Katolik. Namun jika dioptik lebih dekat dan mendalam, dalam internal komunitas muslim sendiri, ternyata terjadi pluralitas ideologi yang cukup serius. Penelitian ini berhasil memotret adanya pluralitas tersebut berikut hal hal yang melatarbelakanginya. Menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menemukan bahwa proses pluralitas ideologi di internal muslim Klepu yang semula mempraktikkan Islam Jawa kemudian menjadi beragam ideologi, terjadi karena proses hibridasi dan difusi budaya yang dibawa oleh Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) ke masyarakat Klepu. Kehadiran DDII yang kemudian disusul kelompok pendakwah lain sejenis seperti Muhammadiyah tidaklah bebas nilai. Mereka membawa budaya puritan dengan semangat memurnikan Islam di Klepu. Kemudian budaya itu diseleksi oleh masyarakat sehingga muncul sikap menerima dan menolak dengan derajat yang beragam. Pada tahap inilah pluralitas ideologi muslim Klepu terjadi: Ada yang menerima sepenuhnya sehingga mereka menjadi puritan. Ada juga yang menerima sebagian unsur budaya puritan tersebut dan menolak sebagiannya, lalu mendialogkan dengan budaya mereka sendiri sehingga menghasilkan entitas budaya dan ideologi baru. Tetapi ada juga yang resisten dengan kehadiran budaya baru tersebut, dan tetap menjalankan budaya yang sudah mereka praktikkan selama ini.
Pluralitas ideologi di kalangan Muslim Klepu, yang sebelumnya menganut Islam Jawa, muncul akibat proses hibridasi dan difusi budaya puritan yang dibawa oleh Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan kelompok dakwah sejenis.Masyarakat Klepu menyeleksi budaya baru ini, menunjukkan respons beragam.ada yang menerima sepenuhnya menjadi puritan, ada yang menerima sebagian dan mendialogkannya dengan budaya lokal, serta ada pula yang resisten.Keragaman respons ini melahirkan entitas budaya dan orientasi ideologi yang berbeda-beda dalam komunitas Muslim Klepu.
Penelitian ini telah memotret kemunculan pluralitas ideologi Muslim di Klepu akibat difusi dan hibridisasi budaya puritan. Untuk riset lanjutan, penting untuk mengamati bagaimana dinamika ideologi ini berkembang dalam jangka panjang; misalnya, bagaimana identitas hibrida seperti MuhammadiNU diteruskan atau diadaptasi oleh generasi Muslim Klepu berikutnya, apakah menguat atau justru melebur kembali ke identitas awal. Selanjutnya, perlu dianalisis lebih dalam peran faktor sosio-ekonomi dalam membentuk preferensi ideologi. Mengingat sejarah konversi ke Katolik yang dipengaruhi kemiskinan dan bantuan material, penelitian dapat mengevaluasi apakah dukungan ekonomi dari organisasi dakwah masih menjadi penentu penting dalam afiliasi ideologi atau justru menciptakan pola ketergantungan yang baru. Selain itu, sebuah studi mendalam tentang strategi kepemimpinan lokal dalam menavigasi pluralitas ini akan sangat bermanfaat. Misalnya, bagaimana para tokoh masyarakat secara proaktif mengelola perbedaan amaliah dan ideologi untuk mencegah konflik, menjaga kohesi sosial, atau menciptakan model toleransi internal yang adaptif, tanpa mengorbankan identitas masing-masing kelompok. Penelitian-penelitian ini akan memberikan pemahaman komprehensif tentang keberlanjutan, adaptasi, dan manajemen pluralisme ideologi dalam komunitas Muslim Klepu yang unik.
| File size | 282.04 KB |
| Pages | 30 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKKENDALSTIKKENDAL Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Talim Mutaalim khususnya dalam aspek mengagungkan ilmu dan ahlinya, berperan penting dalamDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Talim Mutaalim khususnya dalam aspek mengagungkan ilmu dan ahlinya, berperan penting dalam
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Penelitian menunjukkan bahwa pada masa ketegangan wacana hukum, disiplin usul fiqh belum terbentuk karena kerangka epistemologis yang belum jelas, sementaraPenelitian menunjukkan bahwa pada masa ketegangan wacana hukum, disiplin usul fiqh belum terbentuk karena kerangka epistemologis yang belum jelas, sementara
UINMADURAUINMADURA Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Struktur kurikulum Pesantren di MaduraPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Struktur kurikulum Pesantren di Madura
ILININSTITUTEILININSTITUTE (1) Kualitas Pelaksanaan Kegiatan yang Sangat Baik. (2) Kompetensi Narasumber yang Unggul dan Konsisten. Inisiatif Pelatihan Capacity Building Training(1) Kualitas Pelaksanaan Kegiatan yang Sangat Baik. (2) Kompetensi Narasumber yang Unggul dan Konsisten. Inisiatif Pelatihan Capacity Building Training
STIKKENDALSTIKKENDAL Kegiatan mencakup kajian interaktif tentang moderasi beragama, pelatihan produksi konten digital, serta refleksi bersama. Hasil penelitian menunjukkanKegiatan mencakup kajian interaktif tentang moderasi beragama, pelatihan produksi konten digital, serta refleksi bersama. Hasil penelitian menunjukkan
STIKKENDALSTIKKENDAL Hasil pengamatan menunjukkan adanya beberapa masalah utama, antara lain rendahnya kedisiplinan, kurangnya sopan santun terhadap guru, minimnya rasa peduliHasil pengamatan menunjukkan adanya beberapa masalah utama, antara lain rendahnya kedisiplinan, kurangnya sopan santun terhadap guru, minimnya rasa peduli
STIKKENDALSTIKKENDAL Selain itu, manajemen sekolah berbasis pesantren yang menekankan kedisiplinan, akhlak, dan tanggung jawab memberikan dampak positif terhadap motivasi belajarSelain itu, manajemen sekolah berbasis pesantren yang menekankan kedisiplinan, akhlak, dan tanggung jawab memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Fokus masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana status talak di luar pengadilan menurut hukum fikih dan hukum positif. (2) Manakah yang dijadikanFokus masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana status talak di luar pengadilan menurut hukum fikih dan hukum positif. (2) Manakah yang dijadikan
Useful /
GUBUGJOURNALGUBUGJOURNAL Berdasarkan penggunaan bahasa, kamus dikategorikan ke dalam tiga jenis, yaitu. kamus ekabahasa, kamus dwibahasa, dan kamus aneka bahasa dan disertai denganBerdasarkan penggunaan bahasa, kamus dikategorikan ke dalam tiga jenis, yaitu. kamus ekabahasa, kamus dwibahasa, dan kamus aneka bahasa dan disertai dengan
GUBUGJOURNALGUBUGJOURNAL Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan makna adalah pergeseran dari makna awal ke makna berikutnya yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehinggaHasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan makna adalah pergeseran dari makna awal ke makna berikutnya yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kemiskinan dapat diatasi dengan diadakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, pelatihan keterampilan untukKesimpulan dalam penelitian ini adalah kemiskinan dapat diatasi dengan diadakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, pelatihan keterampilan untuk
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Dengan memanfaatkan alat berbasis AI, pendidik dan pelajar dapat menavigasi kompleksitas bahasa Arab dengan lebih efektif, mendorong akses yang lebih luasDengan memanfaatkan alat berbasis AI, pendidik dan pelajar dapat menavigasi kompleksitas bahasa Arab dengan lebih efektif, mendorong akses yang lebih luas