IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

KodifikasiaKodifikasia

Rausyanfikr merupakan lembaga kajian yang bergerak pada ranah filsafat, terutama filsafat Islam. Berdirinya Rausyanfikr yang diinisiasi oleh Romy Fibri dan kawan-kawan pada tahun 1995, bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada para mahasiswa dari berbagai kampus. Penamaan Rausyanfikr sendiri diambil dari konsep Ali Syariati di mana bertujuan akan hal yang sama, yaitu seorang intelektual yang mendapatkan pencerahan. Mengambil fokus utama pada kajian filsafat dikarenakan menanggapi respon dari mahasiswa yang mengalami gejolak pemikiran, antara pemikiran Islam dan pemikiran Barat. Selain itu, Rausyanfikr juga memiliki perpustakaan dan cabang kajian, seperti Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Muthahhari dan JAKFI (Jaringan Aktivis Filsafat Islam). Bahkan kajian ini tidak terbatas pada golongan tertentu, karena setiap tahunnya para mahasiswa dan akademisi semakin tertarik dan berminat dalam kajian filsafat Islam. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah studi lapangan dan metode kualitatif. Landasan teori yang dipakai pada penelitian ini adalah gerakan sosial, sosial intelektual, dan peranan. Bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh pemikiran Islam, khususnya dari para pemikir Iran kepada para akademisi maupun mahasiswa di Indonesia, terutama di Yogyakarta yang bertepatan di jalan Kaliurang.

Gerakan intelektual Syiah yang awalnya dibawa oleh mahasiswa dari berbagai kampus, kemudian mereka bertemu, berinteraksi, sehingga membuat satu perkumpulan.Selanjutnya, mereka mencoba menginisiasi perkumpulan tersebut yang dipayungi oleh badan hukum, menjadi nama “Yayasan Rausyanfikr.Lembaga ini berfokus pada kajian-kajian filsafat yang mengacu pada pemikiran ilmuwan muslim, tidak hanya dari Iran, melainkan juga dari berbagai intelektual muslim lainnya.Kajian tersebut terbuka bagi setiap kalangan tanpa memandang mazhab yang dianut.Rausyanfikr menjadi tempat diskusi filsafat bagi mahasiswa dari berbagai kampus.Selain itu, berbagai program dan kurikulum juga dirancang yang menjadi progres gerakan Rausyanfikr.Dengan fasilitas yang mendukung, filsafat menjadi fokus utama Rausyanfikr bagi para mahasiswa dan akademisi yang berminat pada kajian Islam.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh Rausyanfikr terhadap perubahan pemikiran mahasiswa di Yogyakarta, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernitas. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa yang pernah mengikuti kajian di Rausyanfikr. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai strategi Rausyanfikr dalam menghadapi perbedaan pandangan dan potensi konflik dengan kelompok masyarakat lain. Penelitian ini dapat dilakukan dengan wawancara mendalam kepada pengurus dan anggota Rausyanfikr, serta tokoh masyarakat setempat. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan model gerakan intelektual Syiah di Yogyakarta dengan model serupa di kota-kota lain di Indonesia, seperti Surabaya atau Jakarta. Penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan gerakan intelektual Syiah di berbagai konteks sosial dan politik.

Read online
File size550.85 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test