STPMATARAMSTPMATARAM

Journal Of Responsible TourismJournal Of Responsible Tourism

Desa Pengkelak Mas merupakan desa wisata berbasis budaya yang terletak di kecamatan Sakra Barat dengan potensi alam dan latar belakang sejarah budaya. Kendala yang dihadapi desa wisata Pengekelak Mas adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan desa wisata berbasis budaya. Saat ini, partisipasi merupakan hambatan dalam upaya pengembangan ini, hingga saat ini partisipasi masih belum jelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk partisipasi masyarakat di Desa Pengkelak Mas lebih banyak terlibat dalam kegiatan seperti acara budaya tahunan daripada terlibat langsung dalam pengambilan keputusan, seperti pelatihan atau lokakarya dan pertemuan komunitas. Faktor-faktor Penghambat Partisipasi Masyarakat seperti kurangnya kesadaran akan potensi pariwisata, kurangnya pelatihan dan pendidikan, serta terbatasnya informasi tentang manfaat ekonomi menjadi kendala utama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bentuk partisipasi masyarakat desa Pengkelak Mas lebih banyak terlibat dalam kegiatan seperti acara budaya daripada terlibat dalam pengambilan keputusan.

Bentuk-Bentuk Partisipasi Masyarakat Desa Pengkelak Mas lebih banyak berpartisipasi dalam bentuk tenaga seperti terlibat langsung dalam kegiatan event budaya dan pengembangan budaya, sementara partisipasi terendah adalah partisipasi dalam bentuk tenaga dan pemikiran seperti pelatihan dan workshop,sedangkan partisipasi dalam bentuk pikiran seperti rapat komunitas masih (1%) dikarenakan hanya beberapa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam bentuk pemikiran, sementara itu bentuk partisipasi dalam bentuk barang dan keahlian masih belum ada.Faktor-Faktor Penghambat Partisipasi Masyarakat seperti Sumber Daya Manusia yang rendah merupakan kendala karena pengetahuan masyarakat masih kurang dalam pengembangan desa wisata dan masih belum ada pemetaan produk unggulan desa wisata sehingga potensi lokal tidak terangkat, menjadikan masyarakat tidak menguasai daya tarik yang ditawarkan selama ini.

Berdasarkan temuan yang menunjukkan partisipasi masyarakat Desa Pengkelak Mas masih dominan dalam bentuk fisik namun rendah dalam keterlibatan pikiran dan pengambilan keputusan, serta adanya hambatan seperti rendahnya SDM dan belum optimalnya pemetaan produk unggulan, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti sejauh mana program pendidikan dan pelatihan yang terstruktur, yang mencakup kesadaran pariwisata, pengembangan keterampilan (termasuk bahasa asing), serta lokakarya pengembangan produk lokal, dapat secara signifikan meningkatkan partisipasi intelektual masyarakat dan membantu mengidentifikasi daya tarik wisata yang unik. Penelitian ini dapat mengukur efektivitas program tersebut dalam mendorong masyarakat untuk lebih aktif memberikan ide dan terlibat dalam perencanaan. Kedua, mengingat perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan strategis dan keterbatasan dana, studi lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis model tata kelola atau kerangka kerja co-management yang paling efektif. Bagaimana struktur ini, yang melibatkan pemimpin lokal, Pokdarwis, dan pemerintah daerah, dapat memfasilitasi keterlibatan komunitas dalam alokasi sumber daya dan perencanaan pembangunan pariwisata berkelanjutan, terutama di tengah keterbatasan anggaran? Ini akan menguji model partisipatif yang memperkuat kepercayaan dan transparansi. Ketiga, melihat potensi budaya yang kaya namun belum terpetakan, serta masalah migrasi pemuda, sebuah penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana warisan budaya unik Desa Pengkelak Mas, seperti Ritual Batu Nine dan Pengobatan Bebubus, dapat dikembangkan menjadi produk wisata berkelanjutan yang inovatif dan menarik. Fokusnya adalah bagaimana kemasan dan strategi pemasaran dapat melibatkan generasi muda untuk kembali ke desa, sekaligus menjaga keaslian tradisi tersebut. Studi ini penting untuk menemukan cara agar pariwisata tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga menjadi motor ekonomi lokal yang menarik bagi kaum muda.

Read online
File size400.74 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test