STFTKIJNESTFTKIJNE

MURAI: Jurnal Papua Teologi KonstekstualMURAI: Jurnal Papua Teologi Konstekstual

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan fungsi permainan tradisional saso kapyaf dalam tradisi masyarakat Biak, khususnya di kampung Kbusdori, sebagai sarana pendidikan keterampilan mansonanem bagi anak-anak. Sejak dahulu permainan tersebut bukan saja sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mendidik kemandirian, ketangkasan, dan kecerdikan anak laki-laki agar mampu menjadi pribadi yang kuat, terampil berburu, dan siap menghadapi tantangan hidup. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan saso kapyaf berfungsi sebagai latihan motorik, ketepatan, serta strategi, sekaligus sarana internalisasi nilai budaya Biak tentang keberanian, kerja keras, dan tanggung jawab. Pada aspek kerohania, menanamkan kesadaran akan hubungan yang harmonis dalam kebersamaan sesama dan dengan Sang Pencipta dan alam ciptaan-Nya. Namun, kurangnya pewarisan dari orang tua kepada generasi muda, sehingga kurang dilestarikan. Permainan saso kapyaf memiliki kontribusi penting dalam pembentukan keterampilan hidup mandiri anak, serta penting untuk dilestarikan sebagai warisan budaya edukatif masyarakat Biak.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional Saso Kapyaf merupakan bagian penting dari tradisi masyarakat Biak yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan kemandirian dan keterampilan motorik anak.Permainan ini membentuk ketangkasan, ketepatan, serta daya juang anak laki-laki untuk menjadi mansonanem (pelempar jitu) dan berproses menjadi mambri (pahlawan atau pelindung masyarakat).Pelestarian permainan ini memiliki manfaat besar dalam membangun karakter, kreativitas, keterampilan sosial, kecerdasan fisik dan mental, serta iman anak, sehingga dapat dijadikan sebagai media pendidikan kontekstual di era modern.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa ide penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi strategi efektif dalam mewariskan nilai-nilai budaya Biak, khususnya keterampilan mansonanem, kepada generasi muda melalui permainan tradisional. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran berbasis permainan tradisional yang terintegrasi dengan kurikulum Pendidikan Agama Kristen (PAK) di sekolah-sekolah Biak. Ketiga, penting untuk meneliti dampak pelestarian permainan tradisional Saso Kapyaf terhadap peningkatan rasa kebanggaan dan identitas budaya masyarakat Biak, serta kontribusinya terhadap pembangunan karakter anak-anak Biak yang beriman, berbudaya, dan berdaya saing. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat tercipta program pendidikan yang holistik dan berkelanjutan, yang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membentuk generasi muda Biak yang berkualitas dan berakhlak mulia, siap menghadapi tantangan global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur budaya dan iman Kristen.

Read online
File size473.47 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test