POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA

gema kesehatangema kesehatan

Luka merupakan cedera pada kulit atau jaringan subkutan yang dapat terinfeksi oleh beragam mikroorganisme, termasuk Escherichia coli, Staphylococcus sp., Klebsiella, dan Acinetobacter. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada swab luka pasien diabetes melitus serta menilai sensitivitasnya terhadap berbagai antibiotik. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental diagnostik dengan pengambilan 17 sampel swab luka di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Setia Budi Surakarta, diikuti oleh identifikasi bakteri menggunakan uji biokimia dan sistem VITEK 2, serta uji sensitivitas antibiotik. Hasil menunjukkan bahwa bakteri Gram‑positif (Staphylococcus aureus, S. epidermidis, Streptococcus agalactiae, Enterococcus faecalis) sensitif terhadap vancomycin, tigecycline, dan linezolid tetapi resisten terhadap eritromycin, ciprofloxacin, clindamycin, dan ampicillin, sedangkan bakteri Gram‑negatif (Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii) sensitif terhadap meropenem. Kesimpulan menegaskan tingginya tingkat resistensi mikroba terhadap satu atau lebih antibiotik, menyoroti pentingnya pemantauan profil mikroba dan pola kepekaan antimikroba pada infeksi luka diabetes melitus.

Isolat bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus, S.epidermidis, Streptococcus agalactiae, Enterococcus faecalis) menunjukkan sensitivitas terhadap vancomycin, tigecycline, dan linezolid, namun resistensi terhadap eritromycin, ciprofloxacin, clindamycin, serta ampicillin, sementara bakteri Gram negatif (Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii) sensitif terhadap meropenem.Infeksi luka pada penderita diabetes melitus didominasi oleh E.Sebagian besar isolat bakteri menunjukkan resistensi terhadap satu atau lebih antibiotik, menandakan tingkat resistensi yang tinggi.

Penelitian lanjutan dapat meneliti mekanisme genetik resistensi antibiotik pada isolat utama (E. coli, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii) menggunakan teknik PCR untuk mengidentifikasi gen‑gen resistensi spesifik; selain itu, diperlukan evaluasi efektivitas agen antimikroba alternatif seperti bakteriofilus atau senyawa anti‑biofilm terhadap bakteri multidrug‑resistant yang diisolasi dari swab luka pasien diabetes melitus, guna menemukan opsi terapi yang lebih aman; selanjutnya, sebuah studi longitudinal multi‑pusat di Indonesia dapat dilakukan untuk memantau perubahan profil bakteri dan pola resistensi selama periode waktu yang lebih lama, serta mengaitkannya dengan hasil klinis pasien, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika resistensi antimikroba pada infeksi luka diabetes melitus.

  1. gema kesehatan. profil sensitivitas antibiotik isolat bakteri swab luka penderita diabetes melitus gema... gk.jurnalpoltekkesjayapura.com/gk/article/view/448gema kesehatan profil sensitivitas antibiotik isolat bakteri swab luka penderita diabetes melitus gema gk jurnalpoltekkesjayapura gk article view 448
  2. Isolation and in vitro evaluation of bacteriophages against MDR-bacterial isolates from septic wound... doi.org/10.1371/journal.pone.0179245Isolation and in vitro evaluation of bacteriophages against MDR bacterial isolates from septic wound doi 10 1371 journal pone 0179245
  3. IDENTIFIKASI KUMAN PADA PUS DARI LUKA INFEKSI KULIT | Jurnal SainHealth. identifikasi kuman pus luka... e-journal.umaha.ac.id/index.php/sainhealth/article/view/174IDENTIFIKASI KUMAN PADA PUS DARI LUKA INFEKSI KULIT Jurnal SainHealth identifikasi kuman pus luka e journal umaha ac index php sainhealth article view 174
Read online
File size271.52 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test