UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan aktivitas pembelajaran, perubahan kemampuan berpikir kritis siswa dan pemahaman konsep setelah diterapkannya model Problem-Based Learning (PBL), serta tanggapan siswa terhadap model tersebut pada materi energi. Penelitian menggunakan pendekatan pra-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 25 siswa kelas V SD sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran masuk dalam kategori sangat baik, dengan skor rata-rata 4 selama dua minggu pelaksanaan. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan signifikan, yang terlihat dari nilai N-Gain dengan kategori tinggi pada 25 siswa dan kategori sedang pada 1 siswa. Selain itu, angket menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran sangat positif dengan skor rata-rata 90,37. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi energi. Temuan ini turut memperkaya literatur pembelajaran IPA dan diharapkan menjadi rujukan bagi guru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis di kelas.

Penerapan model Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan mediaակում Quizizz ځای켖 meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.PjBL memberi siswa pengalaman belajar yang bermakna melalui proyek nyata, sementara Quizizz memperkuat motivasi dan memberi umpan balik langsung.Kombinasi keduanya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menantang, memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa.

Berbasis hasil penelitian, guru dapat mulai mengintegrasikan PjBL dengan Quizizz dalam mata pelajaran yang menuntut pemahaman konsep dan berpikir kritis, misalnya IPA atau matematika, agar siswa lebih aktif dan kreatif. Sekolah perlu menyediakan pelatihan rutin dan sumber daya teknologi agar guru bisa memanfaatkan platform digital secara efektif, termasuk pelatihan desain kuis dan analisis data. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji model ini pada jenjang kelas yang berbeda atau mata pelajaran lain, menggunakan desain eksperimen dengan kontrol, dan mengevaluasi efek jangka panjang pada peningkatan kompetensi abad ke-21 siswa.

  1. 21st Century Skills: Prepare Students for the Future: Kappa Delta Pi Record: Vol 47, No 3. 21st century... tandfonline.com/doi/abs/10.1080/00228958.2011.1051657521st Century Skills Prepare Students for the Future Kappa Delta Pi Record Vol 47 No 3 21st century tandfonline doi abs 10 1080 00228958 2011 10516575
  2. Project-Based Learning for the 21st Century: Skills for the Future: The Clearing House: A Journal of... tandfonline.com/doi/full/10.1080/00098650903505415Project Based Learning for the 21st Century Skills for the Future The Clearing House A Journal of tandfonline doi full 10 1080 00098650903505415
  3. Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling, American Journal of Theoretical and Applied... doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling American Journal of Theoretical and Applied doi 10 11648 j ajtas 20160501 11
Read online
File size164.06 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test