ULBIULBI

MERPATIMERPATI

Pelatihan no code programming di SMKN 7 Baleendah bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi siswa dan guru dalam pengembangan perangkat lunak menggunakan platform Kodular. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dan terdiri dari empat tahap: persiapan, pelatihan, pendampingan proyek, dan evaluasi. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata 50.2 untuk pemahaman konsep, 46.2 untuk penggunaan platform, dan 38.7 untuk pengembangan aplikasi. Setelah pelatihan, skor post-test meningkat menjadi 83.9, 79.2, dan 78.1, menandakan efektivitas metode pembelajaran berbasis praktik. Sebanyak 85% peserta berhasil menyelesaikan proyek akhir, dengan peningkatan skor individu berkisar 25-45 poin. Evaluasi kepuasan menunjukkan kepuasan terhadap fasilitator sebesar 80%, serta metode dan materi masing-masing 70%. Tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur dan waktu pelatihan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis no code programming dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan keterampilan digital peserta.

Pelatihan berhasil meningkatkan literasi teknologi peserta, dengan skor post‑test yang jauh lebih tinggi, khususnya pada siswa, menunjukkan perlunya pendekatan khusus bagi guru.85% peserta menyelesaikan aplikasi sederhana melampaui target, namun guru masih memerlukan dukungan tambahan untuk mengintegrasikan no‑code programming secara optimal.tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur dan waktu, sehingga diperlukan sesi lanjutan, peningkatan fasilitas, dan sumber belajar berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana program pelatihan no‑code yang dirancang khusus untuk guru, dengan durasi berkelanjutan selama satu semester, mempengaruhi kemampuan mereka mengintegrasikan metode ini ke dalam kurikulum vokasi serta dampaknya terhadap motivasi, partisipasi, dan hasil belajar siswa. Selain itu, dapat dilakukan studi eksperimental untuk mengevaluasi pengaruh peningkatan infrastruktur teknologi sekolah, seperti penyediaan perangkat komputer modern, laboratorium multimedia, dan jaringan internet berkecepatan tinggi, terhadap peningkatan skor post‑test peserta pelatihan no‑code, tingkat keberhasilan proyek akhir, dan kepuasan peserta. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan dan menguji platform komunitas daring berbasis peer‑learning yang memungkinkan alumni pelatihan berbagi pengalaman, materi pembelajaran, dan solusi masalah secara berkelanjutan, serta menilai sejauh mana dukungan sosial digital dapat memperkuat retensi kompetensi dan mendorong inovasi aplikasi no‑code di lingkungan sekolah. Akhirnya, studi komparatif antara sekolah dengan dukungan infrastruktur penuh dan yang terbatas dapat memberikan wawasan tentang strategi adaptif yang paling efektif untuk mengoptimalkan hasil pelatihan dalam konteks sumber daya yang bervariasi.

  1. Research on Strategies and Methods of Improving Teachers’ Digital Literacy in Classroom Teaching... doi.org/10.1051/shsconf/202317902016Research on Strategies and Methods of Improving TeachersAo Digital Literacy in Classroom Teaching doi 10 1051 shsconf 202317902016
  2. HRMARS - Digital Literacy and Vocational Education: Essential Skills for the Modern Workforce. hrmars... hrmars.com/IJARBSS/article/view/17080/Digital-Literacy-and-Vocational-Education-Essential-Skills-for-the-Modern-WorkforceHRMARS Digital Literacy and Vocational Education Essential Skills for the Modern Workforce hrmars hrmars IJARBSS article view 17080 Digital Literacy and Vocational Education Essential Skills for the Modern Workforce
Read online
File size707.49 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test