ULBIULBI

MERPATIMERPATI

Program Renjani (Relawan Pajak untuk Negeri) yang dilaksanakan di KPP Pratama Sukabumi merupakan hasil sinergi antara Direktorat Jenderal Pajak dengan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan Universitas Nusa Putra. Inisiatif ini hadir sebagai respon atas masih terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap literasi perpajakan digital, khususnya dalam pelaporan SPT Tahunan melalui platform e-Filing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menelusuri bagaimana kontribusi relawan dalam memfasilitasi wajib pajak yang mengalami kendala teknis saat pelaporan. Selama periode Februari hingga Maret 2025, tercatat sebanyak 1.882 wajib pajak mendapatkan pendampingan, dengan puncaknya terjadi pada minggu ketujuh, yaitu 485 orang menjelang batas akhir pelaporan. Relawan memberikan bantuan mulai dari aktivasi EFIN, hingga penyelesaian permasalahan teknis lainnya. Lebih dari sekadar mendampingi proses administratif, kehadiran mereka juga membawa nilai edukatif yang mendorong meningkatnya kesadaran serta kepatuhan pajak di tengah masyarakat.

Program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) yang melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan Universitas Nusa Putra memberikan manfaat signifikan bagi layanan perpajakan di KPP Pratama Sukabumi dengan membantu 1.847 wajib pajak memahami sistem digital dan mempermudah pelaporan SPT Tahunan melalui e‑Filing.Pendampingan langsung, pelatihan teknis, dan simulasi pengisian SPT meningkatkan kepatuhan pajak, mengurangi beban administrasi KPP, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak.Selain menyelesaikan kebutuhan mendesak menjelang batas akhir pelaporan, program Renjani berkontribusi pada pembentukan budaya sadar pajak yang berkelanjutan di masyarakat.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang program Relawan Pajak (Renjani) terhadap tingkat kepatuhan pajak masyarakat setelah program selesai, dengan mengumpulkan data pelaporan SPT selama setidaknya dua tahun ke depan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan perilaku sadar pajak. Kedua, perlu dieksplorasi perbandingan efektivitas antara model pelatihan intensif tradisional yang diberikan secara tatap muka dengan model pelatihan berbasis daring atau hybrid bagi relawan, sehingga dapat mengidentifikasi pendekatan yang paling efisien dalam meningkatkan kompetensi teknis dan komunikatif relawan. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan dan menguji prototipe aplikasi mobile yang memfasilitasi proses asistensi e‑Filing oleh relawan, termasuk fitur panduan langkah demi langkah, chat bot bantuan, dan sistem pelaporan masalah, serta menilai tingkat penerimaan, kemudahan penggunaan, dan kontribusinya terhadap pengurangan waktu penyelesaian SPT. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat bukti empiris bagi kebijakan publik dalam memperluas peran relawan pajak serta meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan secara berkelanjutan.

Read online
File size757.76 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test