JOMPUJOMPU

Jurnal Pendidikan dan Media PembelajaranJurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran

Menganalisis tindak tutur menarik untuk mengkaji ujaran di program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia,STKIP Yapis Dompu. Umumnya penelitian yang dilakukan di sini adalah tentang kebudayaan, kebahasaan lainya dan pendidikan. Kemudian analisis tindak tutur ini memperkaya penelitian di STKIP Yapis Dompu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tuturan menurut jenis tindak tutur yang dilakukan oleh mahasiswa P-BSI dan mendeskripsikan fungsi tuturan. Objek penelitian ini adalah Grup skripsi mahasiswa skripsi 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan yang dilakukan dapat diklasifikasikan menjadi tindak lokusi, tindak ilokusi, tindak tutur literal, tindak tutur nonliteral, tindak tutur langsung, dan tindak tutur tidak langsung. Fungsi tuturan yang dilakukan adalah menyatakan, menyarankan, membual, mengeluh, mengklaim, dan sebagainya.

Dengan hasil penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini dapat membawa manfaat bagi peneliti lain dalam mengkaji tindak tutur dan dapat dijadikan referensi peneliti lainnya.Dalam penelitian ini, penelitia berusaha untuk memperkaya khazanah ilmu di lingkungan Prodi P-BSI tidak hanya penelitian dari sisi budaya, penelitian bahasa juga dapat menambah wawasan dan warna Civitas akademika di kampus ini maupun luar kampus.

Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai tindak tutur lokusi dan ilokusi dalam komunikasi grup WhatsApp mahasiswa. Untuk memperdalam pemahaman kita tentang dinamika komunikasi digital, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, studi ke depan dapat lebih fokus menganalisis tindak tutur perlokusi secara mendalam. Meskipun konsepnya telah diperkenalkan, penelitian ini belum secara rinci menjelaskan bagaimana ujaran di grup WhatsApp tersebut secara spesifik mempengaruhi tindakan, pemikiran, atau emosi anggota grup lainnya. Pertanyaan penelitiannya bisa berupa: “Bagaimana tindak tutur perlokusi yang diucapkan dalam grup WhatsApp skripsi mahasiswa secara konkret memicu respons atau perubahan perilaku dari penerima pesan? Hal ini bisa melibatkan survei atau wawancara kepada anggota grup untuk memahami dampak nyata dari komunikasi. Kedua, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif. Penelitian saat ini terfokus pada satu grup WhatsApp skripsi. Dengan membandingkan pola tindak tutur dalam grup ini dengan grup WhatsApp lain yang memiliki konteks berbeda—misalnya, grup mahasiswa non-akademik, grup diskusi dosen, atau bahkan komunikasi tatap muka antara pembimbing dan mahasiswa—kita bisa mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang signifikan. Ini akan membantu kita memahami apakah jenis tindak tutur tertentu lebih dominan di lingkungan akademik digital atau apakah ada pola universal. Ketiga, sangat penting untuk mengeksplorasi secara lebih rinci bagaimana karakteristik unik dari media komunikasi WhatsApp itu sendiri membentuk tindak tutur yang digunakan. Misalnya, apakah penggunaan emoji, stiker, atau fitur balasan langsung di WhatsApp memengaruhi cara mahasiswa mengekspresikan tindak asertif, direktif, atau ekspresif? Bagaimana sifat komunikasi tertulis dan asinkron di grup memengaruhi strategi kesopanan atau kejelasan dalam tuturan? Penelitian ini bisa menjawab: “Bagaimana fitur spesifik WhatsApp dan sifat asinkronnya memodifikasi bentuk dan fungsi tindak tutur dalam konteks bimbingan skripsi? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan wawasan yang lebih kaya tentang pragmatik dalam era digital.

Read online
File size227.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test