PPS UNISTIPPS UNISTI

Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)

Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu cara menanam padi untuk menghasilkan produktivitas yang cukup tinggi, serta memberikan kemudahan dalam perawatannya. Pengenalan sistem tanam jajar legowo dari badan penyuluh pertanian Tilatang Kamang sudah dari tahun 2012 dan sudah ada beberapa petani yang menggunakan pada, tetapi ada juga beberapa petani yang sudah menggunakan sistem tanam jajar legowo lebih kurang 10 tahun dan 75% petani di Kecamatan Tilatang Kamang sudah menggunakan sistem tanam padi jajar legowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi petani dalam penggunaan teknologi jajar legowo pada budidaya padi sawah di Kecamatan Tilatang Kamang. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara kepada sejumlah petani yang telah dan belum menggunakan sistem tanam jajar legowo. Metode penentuan responden dalam penelitian ini akan menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki preferensi positif terhadap teknologi jajar legowo karena di anggap mampu meningkatkan hasil panen, mempermudah pemeliharaan tanaman, dan meningkatkan efisiensi penggunaan lahan. Namun, terdapat pula kendala seperti keterbatasan tenaga kerja dan kurangnya pengetahuan teknis yang mempengaruhi adopsi teknologi tersebut. Kesimpulannya teknologi jajar legowo memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas di tilatang kamang dengan dukungan pelatihan dan penyuluhan yang memadai.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa Pelaksanaan sistem tanam jajar legowo di Kecamatan Tilatang Kamang telah berjalan dengan cukup baik dan diterima secara positif oleh sebagian besar petani.Meskipun tingkat pendidikan formal petani relatif bervariasi, penerapan sistem ini tetap bisa dijalankan dengan baik berkat pengalaman bertani, pelatihan dari penyuluh, serta pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.Petani menyadari bahwa sistem jajar legowo memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan hasil produksi padi sawah.Adapun preferensi petani dalam menggunakan teknologi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu faktor sosial ekonomi, demografi, dan luas lahan.Secara sosial ekonomi, pendidikan berperan dalam pemahaman teknologi meskipun bukan satu-satunya penentu, dan pendapatan memengaruhi akses terhadap sarana produksi.Dari sisi demografi, usia dan jenis kelamin juga memengaruhi keterbukaan terhadap teknologi.petani usia produktif dan laki-laki umumnya lebih aktif dalam penerapan sistem ini.Sementara itu, luas lahan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan—petani dengan lahan lebih luas lebih cenderung mengadopsi teknologi jajar legowo karena memiliki kapasitas modal dan fleksibilitas yang lebih besar.Secara keseluruhan, keberhasilan pelaksanaan dan penerimaan teknologi jajar legowo di wilayah ini tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi, dan karakteristik demografis petani.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Kecamatan Tilatang Kamang. Pertama, disarankan kepada para petani untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi jajar legowo guna memperoleh hasil produksi yang maksimal. Kedua, agar pelaksanaan dan pengaplikasian teknologi jajar legowo dapat dilakukan dengan baik dan benar, diperlukan adanya penyuluhan secara rutin dari pihak pemerintah setempat. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap prinsip-prinsip dasar dan teknik pelaksanaan sistem jajar legowo, sehingga adopsi teknologi dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Agrifo. pengaruh faktor sosial ekonomi pendapatan petani padi sawah sistem integrasi lintong nihuta humbang... doi.org/10.29103/ag.v1i2.761Agrifo pengaruh faktor sosial ekonomi pendapatan petani padi sawah sistem integrasi lintong nihuta humbang doi 10 29103 ag v1i2 761
  2. ekonomika indonesia. pengaruh produksi lahan pendidikan pendapatan petani karet bukit hagu lhoksukon... doi.org/10.29103/jepu.v1i2.522ekonomika indonesia pengaruh produksi lahan pendidikan pendapatan petani karet bukit hagu lhoksukon doi 10 29103 jepu v1i2 522
  3. Adopsi Inovasi Jajar Legowo oleh Petani di Desa Balahu, Kabupaten Gorontalo | Sirajuddin | AGRIEKONOMIKA.... doi.org/10.21107/agriekonomika.v10i1.10133Adopsi Inovasi Jajar Legowo oleh Petani di Desa Balahu Kabupaten Gorontalo Sirajuddin AGRIEKONOMIKA doi 10 21107 agriekonomika v10i1 10133
  4. Analisis Dinamika Sosio-Demografi sebagai Acuan untuk Mewujudkan Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara yang... doi.org/10.47266/bwp.v5i1.122Analisis Dinamika Sosio Demografi sebagai Acuan untuk Mewujudkan Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara yang doi 10 47266 bwp v5i1 122
Read online
File size433.45 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test