UNTARUNTAR

Jurnal Mitra Teknik SipilJurnal Mitra Teknik Sipil

Salah satu permasalahan yang muncul pada suatu proyek adalah adanya tanah lunak. Pada proyek dengan jenis tanah lunak, perlu dilakukan perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah. Penurunan tanah pada tanah lunak menyebabkan gesekan antara tanah denan selimut tiang yang disebut fenomena tahanan friksi negatif. Tahanan friksi negatif tidak boleh diabaikan karena memberikan gaya yang cukup besar terhadap beban yang harus ditopang oleh tiang. Oleh karena itu, seorang insinyur harus memperhatikan dan mengetahui mengenai perilaku tanah lunak. Selain itu dalam mendesain, seorang insinyur juga harus memperhatikan mengenai curah hujan optimal yang akan terjadi selama pengerjaan suatu proyek dan setelahnya yang berdampak pada kualitas tanah dan fondasi yang digunakan. Topografi suatu proyek juga perlu diperhatikan, membangun rumah di tepi lereng dapat menyebabkan permasalahan pada ketidakstabilan lereng. Menambah beban pada tepi lereng dapat mengurangi faktor keamanan suatu lereng. Pada penelitian kali ini, akan dilakukan analisis permodelan pada suatu bangunan rumah tinggal 2 lantai yang menyebabkan rumah tersebut runtuh akibat kegagalan desain fondasi, adanya tahanan friksi negatif pada tanah lunak dan ketidakstabilan lereng.

Analisis menunjukkan bahwa daya dukung tiang sebesar 76,88 ton dan friksi negatif mencapai 54,73 ton.faktor keamanan lereng menurun menjadi 0,812 pada kondisi curah hujan tinggi, menandakan ketidakstabilan lereng.kegagalan rumah disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi dan friksi negatif, sehingga desain fondasi harus mempertimbangkan kedua faktor tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keakuratan berbagai model perhitungan daya dukung tiang pada tanah lunak dengan memperhitungkan variasi curah hujan, sehingga dapat memberikan rekomendasi model yang paling sesuai untuk kondisi lapangan. Selanjutnya, diperlukan pengembangan simulasi terintegrasi yang menggabungkan proses infiltrasi air hujan dengan analisis stabilitas lereng, untuk memprediksi perubahan faktor keamanan lereng pada intensitas hujan yang berbeda-beda. Terakhir, studi komparatif tentang efektivitas teknik perbaikan tanah seperti vacuum preloading atau pencampuran tanah dalam mengurangi friksi negatif dan meningkatkan stabilitas lereng dapat memberikan panduan praktis bagi perencanaan proyek konstruksi di daerah rawan tanah lunak.

Read online
File size830.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test