UnwahasUnwahas

Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi KlinikJurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik

Faktor eksternal seperti paparan sinar UV mengakibatkan kerusakan kulit yang lebih parah dibandingkan faktor intrinsik, sehingga diperlukan penggunaan produk cosmeceutical mengandung AHA seperti asam glikolat. Penggunaan asam glikolat tanpa modifikasi dan pengawasan khusus dapat menimbulkan iritasi kulit, sehingga dibuat bentuk kompleks molekular asam glikolat-kitosan dalam sediaan gel dengan basis xanthan gum untuk meningkatkan kenyamanan konsumen dan efektivitas. Tujuan penelitian ini melakukan formulasi gel kompleks molekular asam glikolat-kitosan (AG-KS) dengan variasi konsentrasi basis xanthan gum beserta uji iritasi. Xanthan gum sebagai basis berpengaruh pada viskositas dan pH yang berhubungan dengan aseptabilitas konsumen. Sediaan gel dengan variasi konsentrasi xanthan gum F1 (0,75%), F2 (1.0%), F3 (1,5%) yang terbentuk diuji karakteristik sediaan. Data organoleptis, homogenitas, pH dan iritasi dianalisis secara deskriptif. Viskositas, daya sebar, dan daya lekat dianalisis menggunakan regresi linier. Uji iritasi dilakukan dengan mengamati eritema dan udema pada kelinci selama 24, 48, 72 jam. Gel kompleks molekular AG-KS memiliki aroma mawar, berwarna putih hingga putih pekat dan homogen. pH gel yaitu F1 (5,28), F2 (5,92), F3 (6,18). Peningkatan konsentrasi xanthan gum menyebabkan peningkatan viskositas gel dan daya lekat, sedangkan daya sebar menurun. Uji iritasi pada kulit kelinci menghasilkan skor 0 artinya gel kompleks molekular AG-KS tidak menimbulkan iritasi.

Gel kompleks molekular asam glikolat-kitosan (AG-KS) dari ketiga formula memiliki aroma mawar, berwarna putih hingga putih pekat, tekstur semipadat dan homogen.Penambahan konsentrasi basis xanthan gum pada masing-masing formula menyebabkan peningkatan pH, viskositas, dan daya lekat, tetapi menurunkan daya sebar.Gel kompleks molekular AG-KS pada ketiga formula dengan tidak menimbulkan iritasi pada kulit kelinci, ditunjukkan dengan nilai indeks iritasi primer memiliki skor 0.

Untuk mengembangkan lebih lanjut formulasi gel kompleks molekular asam glikolat-kitosan (AG-KS) ini, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, meskipun penelitian ini telah menunjukkan bahwa gel tidak menimbulkan iritasi akut, studi selanjutnya dapat fokus pada evaluasi efektivitas anti-penuaan secara klinis dan jangka panjang pada manusia. Ini bisa mencakup pengujian perubahan signifikan pada kerutan, hiperpigmentasi, dan elastisitas kulit setelah penggunaan rutin selama beberapa periode, serta menguji mekanisme pelepasan zat aktif secara terkontrol dari matriks gel ke kulit. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan untuk memahami profil kinetika pelepasan asam glikolat dari kompleks dan matriks xanthan gum secara in-vitro dan in-vivo. Kedua, penting untuk memperluas cakupan keamanan dengan melakukan uji tolerabilitas pada berbagai demografi dan jenis kulit manusia, termasuk kulit sensitif, untuk mendeteksi potensi alergi atau iritasi kumulatif yang mungkin tidak terdeteksi dalam uji akut pada hewan. Hal ini akan memberikan validasi yang lebih kuat terhadap keamanan produk dalam kondisi penggunaan nyata. Ketiga, formulasi gel dapat dioptimalkan lebih lanjut, tidak hanya pada konsentrasi xanthan gum, tetapi juga dengan mengeksplorasi bahan pembantu lain yang dapat meningkatkan stabilitas, penetrasi, atau pengalaman sensorik. Studi preferensi konsumen yang komprehensif, melibatkan penilaian subjektif terhadap tekstur, sensasi di kulit, dan daya serap, akan sangat berharga untuk menciptakan produk yang tidak hanya efektif dan aman, tetapi juga sangat disukai oleh pengguna.

Read online
File size582.51 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test