PPS UNISTIPPS UNISTI

Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis)

Pengembangan suatu wilayah dapat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi komoditas pertanian unggulan di daerah masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas pertanian basis unggulan, mengkaji laju pertumbuhan komoditas pertanian, serta menganalisis komoditas unggulan utama di masing-masing wilayah kabupeten dan kota yang ada di Sumatera Selatan. Analisis data penggunakan metode Location Quotinent (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan Overlay. Hasil menunjukkan bahwa komoditas pertanian unggulan sumber karbohidrat di Sumatera Selatan terdiri dari padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar sedangkan kedelai, kacang tanah, kacang hijau, telur unggas, daging unggas, daging ruminasia dan hasil perikanan merupakan komoditas pertanian unggulan basis sumber protein. Laju pertumbuhan masing-masing komoditas beragam. Sektor unggulan untuk komoditas ubi jalar berada di Kabupaten/ Kota Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Pagar Alam, dan Lubuklinggau. Kemudian Kabupaten/ Kota Ogan Komering Ilir, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu Timur merupakan pusat unggulan untuk komoditi padi. Selanjutnya, Kabupaten/ Kota Ogan Komering Ulu, Lahat, dan Banyuasin unggul pada komoditi daging unggas. Sementara Kabupaten Pali dan Kota Prabumulih menunjukkan keunggulan pada komoditi kacang hijau. Kondisi ini akan memicu terjadinya perdagangan antar wilayah yang akhirnya dapat menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan. Maka dari itu pemerintah perlu memfokuskan komoditas pertanian unggulan untuk pengembangan ekonomi wilayah.

Setiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan memiliki komoditas pertanian unggulan basis karbohidrat (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar) dan protein (kedelai, kacang tanah, kacang hijau, telur/daging unggas, daging ruminansia, hasil perikanan) yang bervariasi.Analisis pertumbuhan menunjukkan ubi jalar dan padi sebagai sumber karbohidrat utama yang menjamin ketersediaan, sementara daging unggas, kacang hijau, daging ruminansia, dan hasil perikanan merupakan sumber protein andalan dengan pertumbuhan positif atau penurunan laju yang relatif lebih rendah.Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan memfokuskan pengembangan dan optimalisasi komoditas unggulan masing-masing wilayah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

Mengingat bahwa studi ini berhasil mengidentifikasi komoditas pertanian unggulan berbasis karbohidrat dan protein serta laju pertumbuhannya di Sumatera Selatan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan untuk memperdalam pemahaman dan mendukung kebijakan pembangunan daerah. Pertama, penting untuk melakukan analisis mendalam mengenai faktor-faktor penyebab di balik laju pertumbuhan negatif yang teridentifikasi pada beberapa komoditas strategis seperti jagung, ubi kayu, kacang tanah, telur unggas, dan kedelai di tingkat kabupaten/kota. Penelitian dapat difokuskan pada pertanyaan: Apa saja faktor-faktor sosial-ekonomi, kelembagaan, agroklimat, atau kebijakan yang secara signifikan berkontribusi pada stagnasi atau penurunan produksi komoditas pertanian tertentu, dan bagaimana dampaknya terhadap ketahanan pangan lokal? Dengan memahami akar permasalahan, rekomendasi kebijakan dapat lebih tepat sasaran. Kedua, dengan adanya keunggulan komparatif yang berbeda antar wilayah yang memicu perdagangan antar daerah, studi lanjutan dapat mengeksplorasi dinamika dan efisiensi rantai pasok komoditas unggulan tersebut. Pertanyaan kunci dapat mencakup: Bagaimana pola perdagangan internal komoditas padi, daging unggas, atau hasil perikanan antar kabupaten/kota di Sumatera Selatan memengaruhi stabilitas harga, margin keuntungan petani, serta aksesibilitas dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat? Pemahaman ini krusial untuk mengoptimalkan sistem distribusi. Terakhir, setelah mengidentifikasi komoditas unggulan, penelitian selanjutnya dapat menyoroti potensi peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir atau diversifikasi produk. Ini dapat dijabarkan melalui pertanyaan seperti: Bagaimana pengembangan produk olahan berbasis ubi jalar atau kacang hijau dapat meningkatkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saing komoditas pertanian Sumatera Selatan di pasar regional maupun nasional? Kajian ini akan melengkapi identifikasi potensi dengan strategi implementasi yang konkret dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah.

  1. Analisis Location Quotient (LQ) dan Model Rasio Pertumbuhan (MRP) Usaha Peternakan Sapi Potong di Provinsi... ejournal.unib.ac.id/buletin_pt/article/view/33734Analisis Location Quotient LQ dan Model Rasio Pertumbuhan MRP Usaha Peternakan Sapi Potong di Provinsi ejournal unib ac buletin pt article view 33734
  2. KOMODITI PANGAN (PADI, JAGUNG DAN KEDELAI) UNGGULAN DAERAH KOTA DI PROVINSI SUMATERA BARAT | Syahrial... doi.org/10.14710/tataloka.21.3.537-543KOMODITI PANGAN PADI JAGUNG DAN KEDELAI UNGGULAN DAERAH KOTA DI PROVINSI SUMATERA BARAT Syahrial doi 10 14710 tataloka 21 3 537 543
  3. MODIFICATION OF LOCATION QUOTIENT (LQ) METHOD IN MAPPING CONDITIONS OF FOOD SECURITY IN WEST JAVA PROVINCE... jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/46045MODIFICATION OF LOCATION QUOTIENT LQ METHOD IN MAPPING CONDITIONS OF FOOD SECURITY IN WEST JAVA PROVINCE jurnal unpad ac sosiohumaniora article view 46045
Read online
File size704.94 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test