ALMAATAALMAATA
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada balita dalam jangka waktu lama, sehingga mengakibatkan kondisi kurang gizi, diantaranya zat besi dan seng. Hal ini akan mempengaruhi kekebalan balita dan membuatnya lebih rentan terhadap penyakit infeksi, seperti protozoa usus. Saluran pencernaan yang terinfeksi akan mengganggu penyerapan gizi dan mengurangi nafsu makan sehingga menyebabkan infeksi tidak kunjung sembuh dan berlangsung kronis. Infeksi kronis tersebut akan memicu terbentuknya sitokin pro-inflamasi yang mempengaruhi pertumbuhan tulang sehingga menghambat pertumbuhan balita dan menyebabkan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi asupan mikronutrien zat besi dan seng dengan infeksi protozoa usus pada balita stunting di Kabupaten Jember. Jenis penelitian analitik observasional dengan studi desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 568 balita stunting berusia 0-59 bulan di Kabupaten Jember. Asupan zat besi dan seng dikumpulkan melalui wawancara food-recall 2x24 jam dan diolah menggunakan aplikasi Nutrisurvey. Metode direct smear dan modifikasi Ziehl Neelsen digunakan untuk mengidentifikasi status infeksi protozoa pada sampel feses balita. Uji korelasi Spearman dipilih sebagai metode analisis data. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi infeksi protozoa usus pada balita stunting di penelitian ini sebesar 15,7% dengan spesies yang teridentifikasi meliputi Entamoba histolytica (3,3%), Giardia lamblia (2,6%), Cryptosporidium parvum (3,2%), Blastocystis hominis (5,3%), dan infeksi campuran (1,2%). Tidak ada korelasi yang signifikan antara asupan mikronutrien zat besi (p=0,91; r=0,005) dan seng (p=0,76; r=0,013) dengan infeksi protozoa usus pada balita stunting di Kabupaten Jember.
Tidak ditemukan korelasi signifikan antara asupan zat besi dan seng dengan infeksi protozoa usus pada balita stunting di Kabupaten Jember.Infeksi protozoa kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor lain seperti pola asuh dan kondisi sosial ekonomi keluarga.Meskipun demikian, perlu dilakukan upaya peningkatan pemahaman tentang gizi serta pemberian suplementasi mikronutrien tambahan untuk mengurangi prevalensi gizi kurang pada balita.
Pertama, penelitian lanjutan perlu menguji hubungan antara status biologis zat besi dan seng (seperti kadar serum ferritin dan zinc) dengan infeksi protozoa usus pada balita stunting, karena asupan yang diukur melalui food recall mungkin tidak mencerminkan status gizi sebenarnya. Kedua, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk mengeksplorasi arah hubungan dan potensi efek timbal balik antara infeksi protozoa usus dan defisiensi mikronutrien dalam jangka panjang, mengingat desain potong lintang tidak dapat menentukan sebab-akibat. Ketiga, penting untuk meneliti pengaruh intervensi hibrida—seperti pemberian suplemen mikronutrien bersamaan dengan edukasi sanitasi dan air bersih—terhadap penurunan infeksi protozoa dan perbaikan status gizi pada balita stunting, guna mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam konteks wilayah dengan sanitasi rendah seperti Jember. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang interaksi kompleks antara gizi, infeksi, dan faktor lingkungan dalam siklus stunting.
| File size | 192.94 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ALMAATAALMAATA Sebanyak 133 artikel menggunakan keywords “The effect AND “dates AND “LDL AND “rats AND “humans AND “RCT. Terdapat 7 artikel eksperimentalSebanyak 133 artikel menggunakan keywords “The effect AND “dates AND “LDL AND “rats AND “humans AND “RCT. Terdapat 7 artikel eksperimental
ALMAATAALMAATA Secara global, prevalensi ibu yang memberikan ASI (air susu ibu) secara eksklusif untuk bayinya sampai dengan usia 6 bulan masih rendah (38%). Di Indonesia,Secara global, prevalensi ibu yang memberikan ASI (air susu ibu) secara eksklusif untuk bayinya sampai dengan usia 6 bulan masih rendah (38%). Di Indonesia,
ALMAATAALMAATA Berat badan kurang menyebabkan gangguan perkembangan, peningkatan kerentanan terhadap infeksi, tingkat keparahan penyakit, dan mortalitas. Salah satu penyebabBerat badan kurang menyebabkan gangguan perkembangan, peningkatan kerentanan terhadap infeksi, tingkat keparahan penyakit, dan mortalitas. Salah satu penyebab
ALMAATAALMAATA Metode: Penelitian ini menganalisis data dari survei potong lintang Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, BPS, dan Kementrian Keuangan. Sampel adalah 3,953Metode: Penelitian ini menganalisis data dari survei potong lintang Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, BPS, dan Kementrian Keuangan. Sampel adalah 3,953
UNIMAUNIMA Terdapat pengaruh yang signifikan antara tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai kantor di Universitas Klabat. Hasil koefisien determinasi menunjukkanTerdapat pengaruh yang signifikan antara tata ruang kantor terhadap kinerja pegawai kantor di Universitas Klabat. Hasil koefisien determinasi menunjukkan
UNIPASBYUNIPASBY Kandungan VCO selain lemak juga mengandung zat gizi mikronutrien. Pemberian VCO pada balita stunting ditujukan untuk memperbaiki fungsi metabolik, meningkatkanKandungan VCO selain lemak juga mengandung zat gizi mikronutrien. Pemberian VCO pada balita stunting ditujukan untuk memperbaiki fungsi metabolik, meningkatkan
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Kehamilan multigravida merujuk pada keadaan di mana seorang wanita telah mengalami lebih dari satu kali kehamilan, yang dapat menyebabkan peningkatan risikoKehamilan multigravida merujuk pada keadaan di mana seorang wanita telah mengalami lebih dari satu kali kehamilan, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko
ITEKES BALIITEKES BALI Produk ini diuji untuk mengevaluasi apakah modifikasi ini memenuhi kebutuhan gizi balita. Hasil analisis menunjukkan bahwa satu porsi Kompyang mengandungProduk ini diuji untuk mengevaluasi apakah modifikasi ini memenuhi kebutuhan gizi balita. Hasil analisis menunjukkan bahwa satu porsi Kompyang mengandung
Useful /
ALMAATAALMAATA Kesimpulan: Obesitas sentral dan merokok menjadi faktor utama terhadap kadar HDL abnormal setelah dikontrol dengan faktor lain yang berhubungan, denganKesimpulan: Obesitas sentral dan merokok menjadi faktor utama terhadap kadar HDL abnormal setelah dikontrol dengan faktor lain yang berhubungan, dengan
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil responden mengalami stunting. Saran untuk peneliti selanjutnya hubungan pola makan dengan kejadian stunting.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil responden mengalami stunting. Saran untuk peneliti selanjutnya hubungan pola makan dengan kejadian stunting.
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Pemberian pijat post partum terbukti memberikan efek relaksasi, menurunkan ketegangan otot, serta membantu menyeimbangkan hormon, sehingga kualitas tidurPemberian pijat post partum terbukti memberikan efek relaksasi, menurunkan ketegangan otot, serta membantu menyeimbangkan hormon, sehingga kualitas tidur
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta menggunakan desain penelitian kuantitatifBagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta menggunakan desain penelitian kuantitatif