UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Mahasiswa KesehatanJurnal Mahasiswa Kesehatan

Prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk berhasil diturunkan dari 20% pada tahun 2022 menjadi 17,1% pada tahun 2023 berdasarkan SSGI/SKI artinya stunting di kabupaten Nganjuk turun 2,9% namun belum sesuai dengan target nasional yaitu sebesar 14% oleh sebab itu stunting masih menjadi masalah yang perlu diatasi. Bulan Februari 2024 dari seluruh anak balita yang ditimbang dan diukur pada kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB) di Kabupaten Nganjuk didapatkan 5,49% di antaranya tercatat mengalami stunting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Pola Asuh dengan kejadian Stunting di Wilayah kerja Puskesmas Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah inferensial kuantitatif. Populasi yang di teliti adalah seluruh balita usia 2-5 tahun berjumlah 60 balita dengan teknik simple random sampling di dapatkan sampel 52 responden. Instrument penelitaian yang digunakan adalah lembar kuesioner dan kohort. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan spearman rank. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami stunting, rata-rata responden melakukan pola asuh demokratis. Hasil uji statistik didapatkan p-value 0.033 ada hubungan antara kejadian stunting dengan pola asuh di Puskesmas Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil responden mengalami stunting. Saran untuk peneliti selanjutnya hubungan pola makan dengan kejadian stunting.

Sebagian besar responden di wilayah kerja Puskesmas Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2025 tidak mengalami stunting.Sebagian besar orang tua di wilayah kerja tersebut menerapkan pola asuh demokratis.Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2025.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efek intervensi edukasi gizi bagi orang tua terhadap penurunan kejadian stunting pada balita berusia 2-5 tahun di wilayah Patianrowo, dengan desain longitudinal untuk melihat perubahan dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, penting untuk menyelidiki peran keamanan pangan rumah tangga dan pengetahuan ibu tentang praktik memberi makan sebagai faktor mediasi antara pola asuh dan stunting, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme yang mendasari hubungan tersebut. Selanjutnya, analisis multilevel yang melibatkan faktor tingkat komunitas seperti akses layanan kesehatan, sanitasi, dan kondisi lingkungan dapat memperjelas interaksi antara pola asuh dan determinan sosial‑ekonomi dalam mempengaruhi prevalensi stunting di daerah pedesaan Jawa Timur.

  1. PENGENALAN PEMBUATAN SABUN CUCI MINYAK JELANTAH PADA WARGA KAMPUNG KEBON DUREN-DEPOK | Mitra Akademia:... doi.org/10.32722/mapnj.v4i2.4280PENGENALAN PEMBUATAN SABUN CUCI MINYAK JELANTAH PADA WARGA KAMPUNG KEBON DUREN DEPOK Mitra Akademia doi 10 32722 mapnj v4i2 4280
  1. #pola asuh#pola asuh
  2. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
Read online
File size196.95 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-33R
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test