ALMAATAALMAATA

Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kesenjangan sosioekonomi dan geografis termasuk akar masalah stunting pada anak.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosial determinan stunting dan severe stunting pada anak-anak di Indonesia.. Metode: Penelitian ini menganalisis data dari survei potong lintang Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, BPS, dan Kementrian Keuangan. Sampel adalah 3,953 anak usia 6-23 bulan dan 10,215 anak usia 24-59 bulan. Variabel dependen adalah prevalensi stunting dan severe stunting. Variabel independen meliputi faktor-faktor di tingkat sosial dengan mengendalikan faktor-faktor pada tingkat struktural dan biologis. Data dianalisis menggunakan analisis multilevel dengan generalized linear mixed models (GLMM) untuk menguji random effects dan mixed effects pada variabel dependen terhadap stunting dan severe stunting balita.. Hasil: Gross Domestic Product (GDP) berkaitan dengan penurunan risiko stunting pada anak usia 6-23 bulan (ARRR= 0.99; 95%CI: 0.98-1.00) dan 24-59 bulan (ARRR= 0.99; 95%CI: 0.97-0.99), serta penurunan risiko severe stunting pada usia 6-23 bulan (ARRR= 0.99; 95%CI: 0.98-1.00) dan 24-59 bulan (ARRR= 0.99; 95%CI: 0.97-0.99). Rasio pajak hanya berkaitan signifikan dengan severe stunting pada usia 24-59 bulan. (ARRR= 0.98; 95%CI: 0.96-0.99). Terdapat pula perbedaan geografis terkait stunting dan severe stunting.. Kesimpulan: Pertumbuhan ekonomi yang merata merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak stunting dan severe stunting di seluruh tatanan geografis di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi yang merata merupakan faktor penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak stunting dan severe stunting di seluruh tatanan geografis di Indonesia.Penelitian ini menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio pajak memiliki hubungan signifikan dengan penurunan risiko stunting dan severe stunting.Perbedaan geografis juga berperan penting dalam prevalensi stunting dan severe stunting, sehingga intervensi perlu disesuaikan dengan konteks lokal.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme spesifik bagaimana pertumbuhan ekonomi yang merata dapat mengurangi stunting, misalnya melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan sanitasi. Studi longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor sosial ekonomi, geografis, dan kejadian stunting pada anak-anak. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi efektivitas intervensi yang ditargetkan secara geografis dan sosial-ekonomi untuk mengurangi disparitas stunting di Indonesia. Penelitian juga dapat difokuskan pada peran sektor swasta dan masyarakat sipil dalam mendukung program-program pencegahan stunting, serta bagaimana meningkatkan koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan. Terakhir, studi komparatif dengan negara-negara lain yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dapat memberikan wawasan berharga untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif di Indonesia.

Read online
File size355.58 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test