ALMAATAALMAATA

Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)

Latar Belakang : High-Density Lipoprotein (HDL) adalah bagian dari profil lipid yang dianjurkan berada pada level diatas 40 mg/dl. HDL rendah menjadi salah satu kriteria sindrom metabolik. Rendahnya HDL dalam darah akan menyebabkan terjadinya aterosklerosis dan berdampak pada peningkatan risiko penyakit cardiovaskular. Beberapa penelitian menemukan bahwa obesitas sentral, merokok, aktivitas fisik, dan asupan makanan memiliki peran dalam menurunkan kadar HDL. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor utama yang berhubungan dengan kadar HDL pada masyarakat Indonesia dengan range usia 18-59 tahun. Metode : Desain penelitian menggunakan desain cross sectional. Data penelitian diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Total responden setelah dilakukan manajemen data sebanyak 21.055 orang. Faktor yang dianalisis adalah usia, jenis kelamin, status menikah, aktivitas fisik, merokok, obesitas sentral, konsumsi buah dan sayur, konsumsi kopi dan konsumsi makanan berlemak. Data dianalisis dengan uji hipotesis multiple regression logistic for the prediction model. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 26,2% penduduk Indonesia berusia 18-59 tahun memiliki kadar HDL ≤40 mg/dl. Setelah dianalisis melalui 4 model, ditemukan bahwa obesitas sentral, merokok, konsumsi makanan berlemak, status menikah, dan jenis kelamin memiliki hubungan secara signifikan dengan kadar HDL (berurutan berdasarkan nilai OR). Kesimpulan : Obesitas sentral dan merokok menjadi faktor utama terhadap kadar HDL abnormal setelah dikontrol dengan faktor lain yang berhubungan, dengan nilai OR 1.948 (1.740-2.182; p-value<0.0001) dan 1.284 (1.127-1.462; p-value<0.0001). Obesitas sentral merupakan faktor utama yang berhubungan dengan penurunan kadar HDL. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan untuk menjaga lingkar pinggang selalu berada pada batas <80 cm untuk perempuan dan <90 untuk laki-laki dengan melaksanakan pedoman gizi seimbang (terutama menurunkan konsumsi makanan berlemak dan meningkatkan aktivitas fisik), menjauhi merokok, khususnya pada perempuan menikah.

Obesitas sentral dan merokok menjadi faktor utama terhadap kadar HDL abnormal setelah dikontrol dengan faktor lain yang berhubungan.Obesitas sentral merupakan faktor utama yang berhubungan dengan penurunan kadar HDL.Penelitian ini menyarankan untuk menjaga lingkar pinggang selalu berada pada batas <80 cm untuk perempuan dan <90 untuk laki-laki dengan melaksanakan pedoman gizi seimbang, menjauhi merokok, khususnya pada perempuan menikah.

Berdasarkan temuan bahwa obesitas sentral dan merokok berkontribusi signifikan terhadap kadar HDL abnormal, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas intervensi gizi dan olahraga yang disesuaikan secara individual untuk mengurangi lingkar pinggang dan meningkatkan aktivitas fisik pada populasi Indonesia. Selain itu, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang dari kebiasaan merokok, terutama pada perempuan, terhadap kadar HDL dan risiko penyakit kardiovaskular. Terakhir, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi kadar HDL, seperti pola tidur, stres, dan konsumsi suplemen tertentu, guna memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang determinan kadar HDL pada masyarakat Indonesia.

Read online
File size282.3 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test