UNIPASBYUNIPASBY

ABDIKES : Jurnal Pengabdian KesehatanABDIKES : Jurnal Pengabdian Kesehatan

Kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupan anak atau yang lebih dikenal dengan istilah “stunting merupakan masalah yang saat ini di alami oleh Indonesia. Presiden menerbitkan Perpres pada bulan Agustus 2021 tentang percepatan penurunan stunting dengan no 72 tahun 2021. Percepatan ini dilaksanakan untuk mencapai penurunan stunting sampai dengan 14% pada tahun 2024 hal ini dilaksanakan guna melaksanakan amanat Rencana Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Perpres ini juga memperkuat penerapan Strategi Nasional percepatan penurunan stunting 2018-2024 yang bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi. Stunting didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dimana dalam standar antropometri penilaian gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada nilai Z‑Score<-2 standar deviasi (pendek/stunted) dan <-3 standar deviasi (sangat pendek/severe stunted) dari tabel status gizi WHO Child Growth Standard. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku. Standar yang dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen (Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional, 2018). Diharapkan setelah penyuluhan ini ibu‑ibu mampu memahami tentang deteksi dini pencegahan stunting.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada 12 Mei 2022 di Posyandu Melati berjalan sesuai rencana dan berlangsung lancar.Peserta, termasuk kader Posyandu dan warga masyarakat, menunjukkan antusiasme tinggi melalui pertanyaan aktif dan keterlibatan yang signifikan.Diharapkan bahwa penyuluhan tersebut meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya deteksi dini stunting, sehingga mereka dapat menerapkan langkah‑langkah pencegahan secara efektif.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang dari program penyuluhan berulang mengenai deteksi dini stunting terhadap retensi pengetahuan ibu dan pertumbuhan anak di wilayah Jakarta, dengan melakukan survei dan pengukuran antropometri secara periodik selama setidaknya satu tahun. Selain itu, perlu dibandingkan efektivitas media edukasi yang berbeda—seperti leaflet, aplikasi seluler, dan lokakarya interaktif—dalam meningkatkan perilaku pencegahan stunting pada ibu di daerah perkotaan berdaya beli rendah, menggunakan desain eksperimental terkontrol. Selanjutnya, eksplorasi integrasi alat pemantauan kesehatan digital dengan layanan Posyandu dapat membantu identifikasi risiko stunting secara lebih cepat dan memfasilitasi intervensi tepat waktu, sehingga meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Read online
File size384.55 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test