ALMAATAALMAATA
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kurang gizi paling umum di Indonesia dan masih menjadi permasalahan serius yang perlu segera ditangani. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi stunting pada balita adalah dengan memenuhi kebutuhan protein melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang tinggi protein. Biskuit dapat menjadi media perbaikan gizi apabila diperkaya dengan bahan tertentu. Bahan pangan lokal seperti kacang kedelai edamame yang diolah menjadi tepung edamame dan ikan tuna yang diubah menjadi hidrolisat protein ikan (HPI) memiliki potensi sebagai sumber protein tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik biskuit tepung edamame dengan penambahan HPI tuna untuk memperbaiki kondisi stunting pada balita. Metode: Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal dengan tiga perlakuan formulasi, yaitu F1 (30:10), F2 (25:15), dan F3 (20:20) perbandingan tepung edamame dan HPI tuna. Pembuatan biskuit dilakukan melalui tahapan pembuatan tepung edamame, HPI tuna, dan pembuatan biskuit. Uji organoleptik dilakukan terhadap 25 panelis semi terlatih untuk menilai kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, tekstur, dan keseluruhan. Formulasi terpilih dianalisis kadar protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil: Berdasarkan uji organoleptik dan pembobotan, formulasi biskuit terbaik adalah F3. Uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa penambahan tepung edamame dan HPI tuna berpengaruh nyata terhadap kesukaan warna (p<0,05). Analisis laboratorium menunjukkan bahwa formula F3 memiliki kandungan gizi per 100 gram: protein 16,81±0,07 g; lemak 19,66±0,14 g; karbohidrat 49,05±0,06 g.
Formulasi biskuit terpilih adalah F3 dengan komposisi 20% tepung edamame dan 20% hidrolisat protein ikan tuna.Kandungan protein dan lemak pada biskuit F3 lebih tinggi dibandingkan biskuit makanan tambahan pabrikan.Biskuit ini berpotensi sebagai alternatif makanan tambahan untuk intervensi stunting berbasis pangan lokal.
Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana variasi jenis enzim hidrolisis selain papain memengaruhi rasa, aroma, dan terima palatabilitas biskuit berbasis HPI tuna dan tepung edamame, karena enzim berbeda dapat menghasilkan profil peptida dan asam amino yang berbeda. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang efektivitas konsumsi biskuit ini dalam jangka panjang terhadap status gizi dan pertumbuhan balita stunting di wilayah endemis seperti Jember, untuk melihat dampak nyata dari intervensi pangan ini. Ketiga, diperlukan penelitian mengenai formulasi tambahan mikronutrien seperti zat besi dan seng pada biskuit tersebut, karena kekurangan mikronutrien juga turut berkontribusi terhadap stunting, sehingga biskuit dapat menjadi multigizi yang lebih komprehensif.
- Sifat Kimiawi Hidrolisat Protein Ikan Gabus (Channa striata) | Journal Galung Tropika. sifat kimiawi... doi.org/10.31850/jgt.v10i1.717Sifat Kimiawi Hidrolisat Protein Ikan Gabus Channa striata Journal Galung Tropika sifat kimiawi doi 10 31850 jgt v10i1 717
- The formulation of edamame flour and tuna fish protein hydrolyzate biscuit as an alternative supplementary... ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJND/article/view/4307The formulation of edamame flour and tuna fish protein hydrolyzate biscuit as an alternative supplementary ejournal almaata ac index php IJND article view 4307
| File size | 265.83 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
IDID Pengetahuan yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kegiatan budidaya ikan dan telah berhasil dilakukan siswa/i SMKN 1 Sebatik Barat dalam meningkatkanPengetahuan yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kegiatan budidaya ikan dan telah berhasil dilakukan siswa/i SMKN 1 Sebatik Barat dalam meningkatkan
IDID Masalah gizi pada balita, khususnya stunting, masih menjadi tantangan di Desa Mandikapau Barat, Kabupaten Banjar, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuanMasalah gizi pada balita, khususnya stunting, masih menjadi tantangan di Desa Mandikapau Barat, Kabupaten Banjar, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan
ITSCIENCEITSCIENCE Pemberian ASI eksklusif adalah intervensi kesehatan yang paling efektif untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas bayi. Cakupan ASI eksklusif di KabupatenPemberian ASI eksklusif adalah intervensi kesehatan yang paling efektif untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas bayi. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Intervensi berupa edukasi dan konsumsi jus kurma satu kali sehari selama tiga hari. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolikIntervensi berupa edukasi dan konsumsi jus kurma satu kali sehari selama tiga hari. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik
IDJOURNALIDJOURNAL Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkuat pembelajaran kontekstual di wilayah pesisir sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal melaluiDengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkuat pembelajaran kontekstual di wilayah pesisir sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal melalui
JURNALBIKESJURNALBIKES Uji statistik paired sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Edukasi gizi menggunakan booklet secara signifikan meningkatkanUji statistik paired sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Edukasi gizi menggunakan booklet secara signifikan meningkatkan
BORNEORECBORNEOREC Penyuluhan difokuskan pada edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, MPASI, dan suplemen bagi ibu hamil serta balita. Poster edukatif dipasangPenyuluhan difokuskan pada edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, MPASI, dan suplemen bagi ibu hamil serta balita. Poster edukatif dipasang
UmriUmri Sebagian pasien yang berkunjung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi tidak gawat darurat, salah satu cara untuk memilahnya adalah dengan triase.Sebagian pasien yang berkunjung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi tidak gawat darurat, salah satu cara untuk memilahnya adalah dengan triase.
Useful /
UNPARUNPAR Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia dan fisik tanah pada lahan alami dan lahan budidaya talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch)Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia dan fisik tanah pada lahan alami dan lahan budidaya talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch)
UNPARUNPAR Kondisi tersebut menunjukkan keterbatasan ketersediaan hara makro pada tanah gambut, sehingga diperlukan pengelolaan hara melalui pengapuran, pemupukanKondisi tersebut menunjukkan keterbatasan ketersediaan hara makro pada tanah gambut, sehingga diperlukan pengelolaan hara melalui pengapuran, pemupukan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Namun, pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di MTs Negeri 1 Kepulauan Sula belum optimal akibat keterbatasan sarana. Untuk mengatasi hal tersebut,Namun, pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di MTs Negeri 1 Kepulauan Sula belum optimal akibat keterbatasan sarana. Untuk mengatasi hal tersebut,
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Rangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, pelaksanaan senam hipertensi, serta pemberian jus mentimun sebagaiRangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, pelaksanaan senam hipertensi, serta pemberian jus mentimun sebagai