ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS

KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatKHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi 60 peserta di Fattani, Thailand, dalam pengolahan kuliner tradisional berbasis sagu untuk pemberdayaan UMKM dan pelestarian kearifan lokal Melayu melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Metode terdiri dari empat tahap sistematis: pemetaan aset lokal melalui FGD dan observasi lapangan, demonstrasi memasak interaktif dengan praktik rotasi untuk sempolet, lempeng sagu, mie sagu, dan Laksamana Mengamuk, kompetisi kuliner bertahap menggunakan kriteria terukur, serta pendampingan triwulan via monitoring hybrid lapangan-digital. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis 35 %, penguasaan standar higiene pangan, pembentukan 7 UMKM baru dengan pertumbuhan pendapatan minimal 20 %, dan revitalisasi resep autentik. Implikasi praktis meliputi penguatan ketahanan pangan perbatasan dan potensi gastrodiplomasi ASEAN, sementara secara teoretis memvalidasi efektivitas ABCD untuk transformasi ekonomi budaya berbasis aset komunal dengan replikabilitas tinggi.

Program pengabdian ini berhasil meningkatkan kemampuan teknis 60 peserta dalam mengolah kuliner tradisional berbasis sagu, terbukti dari peningkatan kompetensi 35 % dan terbentuknya 7 UMKM dengan proyeksi pendapatan naik minimal 20 %.Pendekatan Asset-Based Community Development memperkuat ketahanan pangan lokal, pemberdayaan gender, dan revitalisasi warisan budaya Melayu melalui inovasi produk dan kemasan modern.Namun, keterbatasan skala partisipan, variabilitas musim sagu, dan durasi pendampingan 90 hari menjadi tantangan untuk memastikan dampak berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana perpanjangan periode pendampingan pasca‑pelatihan dari 90 hari menjadi satu tahun mempengaruhi keberlanjutan pendapatan UMKM dan retensi keterampilan peserta, sehingga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kebutuhan dukungan jangka panjang bagi komunitas. Selain itu, studi dapat mengeksplorasi potensi penggunaan varietas sagu yang tahan terhadap perubahan iklim dalam kurikulum pelatihan, untuk mengurangi dampak variabilitas musiman pada pasokan bahan baku dan memastikan kontinuitas produksi. Selanjutnya, penting untuk menilai kelayakan pengembangan platform digital berbasis komunitas yang menghubungkan produsen sagu lokal, pelatih, dan konsumen, guna meningkatkan transparansi rantai pasok, memperluas akses pasar, dan memfasilitasi promosi produk secara online. Semua penelitian ini diharapkan dapat memperkuat model pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal, mengatasi hambatan yang teridentifikasi, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif bagi program serupa di masa depan.

Read online
File size1.04 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test