UmriUmri

Photon: Jurnal Sain dan KesehatanPhoton: Jurnal Sain dan Kesehatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik elektrolit ampas kulit nanas yang dimanfaatkan untuk pembuatan elektrolit pada bio-baterai sebagai sumber energi alternatif. Elektroda yang digunakan seng (Zn) dan tembaga (Cu). Parameter yang diukur yaitu tegangan, kuat arus dan lama nyala lampu LED. Variasi yang digunakan yaitu ampas kulit nanas murni, ampas kulit nanas dengan penambahan garam NaCl, KCl, MgCl2 dengan variasi massa 0,25, 0,50, 0,75, 1, 1,25 dan 1,50 gram. Hasil penelitian pasta kulit nanas yang ditambahkan garam menghasilkan tegangan dari 2,684 volt - 3,923 volt, kuat arus dari 0,52 mA – 0,79 mA dan nyala lampu LED dari 2 jam – 15 jam. Nilai tegangan pada nanas murni 2,517 volt dengan penambahan MgCl2 mengalami peningkatan tegangan 52,82%, nilai tegangan dengan penambahan NaCl mengalami peningkatan 55,83% dan nilai tegangan dengan penambahan KCl mengalami peningkatan 58,84%. Nilai kuat arus pada nanas murni 0,50 mA dengan penambahan MgCl2 mengalami peningkatan kuat arus 52,76%, nilai kuat arus dengan penambahan NaCl mengalami peningkatan 56,01% dan nilai kuat arus dengan penambahan KCl mengalami peningkatan 58,96%. Lama nyala lampu LED yang dihasilkan pada penambahan MgCl2, NaCl dan KCl yaitu 71,27%, 84,33%, dan 87,75% mengalami kenaikan waktu dari ampas kulit nanas murni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan massa garam pada ampas kulit nanas maka semakin besar hasil tegangan, kuat arus dan nyala lampu LED pada elektrolit. Pengujian ampas kulit nanas dapat menghasilkan energi listrik yang dapat dijadikan sebagai pembuatan elektrolit.

Berdasarkan hasil penelitian, limbah kulit nanas dapat dimanfaatkan sebagai elektrolit.Variasi yang digunakan yaitu ampas kulit nanas murni, ampas kulit nanas dengan penambahan garam NaCl, MgCl2, dan KCl dengan variasi massa 0,25, 0,50, 0,75, 1, 1,25 dan 1,50 gram.Nilai tegangan listrik yang dihasilkan pada nanas murni sebesar 2,517 volt, kuat arus 0,5 mA dan nyala lampu LED 80 menit.Hasil pengujian terbaik dari variasi jenis elektrolit ampas kulit nanas yang digunakan menghasilkan peningkatan tegangan sebesar 58,84%, kuat arus sebesar 58,96% dan nyala lampu LED selama mendekati 16 jam adalah menggunakan variasi ampas kulit nanas yang ditambah KCl.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh konsentrasi garam terhadap karakteristik elektrolit ampas kulit nanas. Selain itu, dapat juga dieksplorasi potensi penggunaan elektrolit ampas kulit nanas dalam aplikasi praktis, seperti dalam pembuatan bio-baterai untuk penerangan atau perangkat elektronik kecil. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses pembuatan elektrolit ampas kulit nanas, misalnya dengan menguji berbagai metode pengolahan atau kombinasi bahan tambahan untuk meningkatkan kinerja elektrolit.

  1. Uji Karakteristik Elektrolit Ampas Kulit Nanas dengan Penambahan MgCl2, NaCl, dan KCl | Photon: Jurnal... doi.org/10.37859/jp.v13i2.4394Uji Karakteristik Elektrolit Ampas Kulit Nanas dengan Penambahan MgCl2 NaCl dan KCl Photon Jurnal doi 10 37859 jp v13i2 4394
  2. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1155/1/012016Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1155 1 012016
Read online
File size593.18 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test