STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG

SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenSESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Penelitian ini membahas pendekatan kreatif Yesus dalam mengajar dan membangun relasi melalui dialog dan pertanyaan berdasarkan Markus 12:13-17. Perikop ini mencatat interaksi Yesus dengan orang Farisi dan Herodian yang berusaha menjerat-Nya melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Yesus merespons dengan bijak melalui dialog dan pertanyaan balik, yang tidak hanya menghindari jebakan, tetapi juga menyampaikan pengajaran penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis metode Yesus dalam menggunakan pertanyaan sebagai alat pengajaran serta melihat bagaimana cara ini membangun relasi efektif dengan audiens-Nya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan dialogis dan pertanyaan balik yang digunakan Yesus efektif dalam membangun relasi, menghindari konflik, dan menyampaikan pesan dengan jelas. Metode ini relevan bagi pengajaran modern dalam mengembangkan komunikasi yang interaktif dan efektif.

Pendekatan kreatif Yesus dalam mengajar dan membangun relasi melalui dialog dan pertanyaan, seperti yang terlihat dalam Markus 12.13-17, menunjukkan kecerdasan dan kebijaksanaan-Nya dalam menghadapi tantangan politik dan religius.Yesus menggunakan teknik pertanyaan balik dan dialog untuk menghindari jebakan yang diberikan oleh orang Farisi dan Herodian, sekaligus mengajarkan kebenaran rohani dengan cara yang mendalam dan reflektif.Metode ini tidak hanya memperlihatkan keterampilan Yesus dalam mengajar tetapi juga kemampuannya untuk membangun relasi yang kuat dan komunikatif dengan audiens-Nya, termasuk para lawan-Nya dan murid-murid-Nya.Pendekatan dialogis dan pertanyaan yang digunakan oleh Yesus mendorong keterlibatan aktif audiens, memungkinkan mereka untuk merenungkan lebih dalam makna ajaran-Nya.Metode ini juga relevan dalam konteks pengajaran modern, terutama dalam pendidikan teologi, karena dapat membantu siswa untuk berpikir kritis dan lebih memahami realitas spiritual.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: . . 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana pendekatan kreatif Yesus dalam mengajar dan membangun relasi dapat diterapkan dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam pendidikan teologi. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana metode Yesus dapat membantu siswa untuk berpikir kritis dan lebih memahami realitas spiritual, serta bagaimana metode ini dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan teologi saat ini.. . 2. Mengkaji secara mendalam bagaimana dialog dan pertanyaan balik yang digunakan oleh Yesus dapat digunakan sebagai alat untuk membangun relasi yang kuat dan komunikatif dengan audiens. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pendekatan ini dapat diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan, termasuk dalam pengajaran agama, dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan kualitas interaksi antara pengajar dan siswa.. . 3. Melakukan penelitian komparatif antara metode pengajaran Yesus dengan metode pengajaran modern dalam pendidikan teologi. Penelitian ini dapat membandingkan efektivitas metode Yesus dengan metode pengajaran yang digunakan saat ini, serta mengeksplorasi bagaimana metode Yesus dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan teologi modern.

Read online
File size420.92 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test