DAARULHUDADAARULHUDA

Indonesian Journal of Educational ResearchIndonesian Journal of Educational Research

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen masjid dalam meningkatkan keterlibatan Generasi Z melalui program non-ibadah, yaitu kegiatan yang tidak bersifat ritual murni namun memiliki nilai-nilai keislaman, seperti pemberdayaan ekonomi, literasi digital, seni dan budaya, olahraga, serta layanan sosial komunitas. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa Generasi Z memiliki karakteristik unik, seperti orientasi digital, kepedulian sosial tinggi, dan kebutuhan akan ruang ekspresi identitas yang autentik. Program non-ibadah yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan Generasi Z terbukti meningkatkan keterlibatan mereka secara signifikan. Keberhasilan program bergantung pada empat pilar manajemen: kepemimpinan adaptif, integrasi teknologi digital, kemitraan lintas sektor, dan partisipasi aktif pemuda dalam perancangan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat peradaban masyarakat memerlukan transformasi manajemen yang berorientasi pada kebutuhan generasi muda tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penurunan keterlibatan Generasi Z di masjid bukan cerminan melemahnya religiusitas generasi ini, melainkan kegagalan institusi masjid dalam beradaptasi dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik generasi baru.Program non-ibadah terbukti sebagai instrumen strategis yang efektif dalam menjembatani jarak antara Generasi Z dan institusi masjid.Keberhasilan program non-ibadah bergantung pada kerangka manajemen yang tepat, yaitu Model Strategis Manajemen Masjid untuk Keterlibatan Generasi Z (MS-MKG) yang mengusulkan empat pilar.kepemimpinan transformatif, ekosistem program non-ibadah, infrastruktur digital terintegrasi, dan jaringan kemitraan strategis.Revitalisasi masjid sebagai pusat peradaban masyarakat di era kontemporer tidak berarti mengorbankan fungsi spiritual dan ritual masjid, melainkan memperkuat resonansi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk meningkatkan keterlibatan Generasi Z di masjid, pengurus masjid dapat melakukan pemetaan kebutuhan dan minat Generasi Z di komunitas sekitar sebagai basis perancangan program. Integrasikan pemuda, termasuk Generasi Z, dalam struktur kepengurusan inti masjid, bukan hanya dalam wadah remaja masjid yang terpisah. Alokasikan anggaran khusus untuk program non-ibadah dan pengembangan infrastruktur digital masjid. Bangun sistem monitoring dan evaluasi program yang terstruktur dan berbasis data. Pemerintah dan Kementerian Agama dapat mengembangkan kurikulum pelatihan manajemen masjid yang memasukkan modul tentang keterlibatan generasi muda dan pengembangan program non-ibadah. Sediakan dukungan teknis dan finansial bagi masjid yang mengembangkan program non-ibadah inovatif. Bentuk platform pertukaran praktik baik antar masjid secara nasional. Akademisi dan peneliti dapat melakukan penelitian lapangan dengan metodologi kuantitatif atau mixed-methods untuk mengukur efektivitas program non-ibadah. Kembangkan instrumen pengukuran keterlibatan Generasi Z di masjid yang valid dan reliabel. Lakukan studi komparatif antar masjid dengan profil berbeda untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memoderasi efektivitas program.

  1. Strategi Manajemen Masjid dalam Meningkatkan Keterlibatan Generasi Z Melalui Program Non-Ibadah | Zenodo.... zenodo.org/records/21405116Strategi Manajemen Masjid dalam Meningkatkan Keterlibatan Generasi Z Melalui Program Non Ibadah Zenodo zenodo records 21405116
Read online
File size285.01 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test