UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial KeagamaanWalisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Masyarakat Jawa masih menjalankan ritual Punggahan menjelang bulan Ramadan, khususnya yang tinggal di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul praktik ini, bagaimana praktik ini berkembang, dan apa makna tradisi Punggahan bagi masyarakat Jawa yang tinggal di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui penelitian kepustakaan dan wawancara. Masyarakat Jawa di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, mengalami perubahan dalam cara pelaksanaan ritual Punggahan. Ketika sebuah kelompok berkumpul di masjid atau mushalla, menu yang disajikan berbeda. Hal ini merupakan hasil dari perpaduan budaya Jawa dan Melayu. Perpaduan ini menghasilkan masakan khas yang wajib ada di setiap perayaan ritual Punggahan di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang. Daging biasanya menjadi salah satu menu yang disajikan. Tradisi menyambut Ramadan di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, berawal dari perpaduan adat Jawa dan Melayu ini. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana masyarakat lokal menegosiasikan identitas budaya yang telah dibawa dari lingkungan asal mereka ke lingkungan yang baru, di mana mereka bersatu untuk menciptakan konstruksi budaya yang baru. Penelitian ini menunjukkan pentingnya mengadaptasi praktik-praktik tradisional ke dalam konteks kontemporer dengan tetap mempertahankan signifikansi budaya yang esensial.

Masyarakat Jawa yang bermigrasi dari Jawa pada masa kolonial membawa tradisi Punggahan ke Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.Mereka terus mengamalkan tradisi Punggahan, tetapi dengan implementasi yang berbeda dari Punggahan pada umumnya, yang mengharuskan menu tertentu seperti apem, pisang, ketan, dan pasung.Tradisi Punggahan di Desa Sekoci telah berubah menjadi mirip dengan tradisi Meugang dengan pengaruh budaya Melayu.Sehingga, terjadi asimilasi dan akulturasi budaya antara masyarakat Melayu dan Jawa di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.Menu makanan yang disediakan untuk pelaksanaan tradisi Punggahan didominasi oleh masakan daging dan tidak memerlukan menu seperti pisang, apem, ketan, pasung, dan sebagainya.Tradisi Punggahan ini memiliki nilai-nilai positif bagi masyarakat, seperti mengajarkan anak-anak untuk menghormati orang tua dan leluhur, menjaga kedamaian dan persatuan dalam masyarakat, serta sebagai amal kebajikan bagi sesama.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi komparatif antara tradisi Punggahan di Jawa dan Meugang di Sumatera, serta bagaimana kedua tradisi ini saling mempengaruhi dan beradaptasi dalam konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut tentang peran ulama dalam memelihara dan mengembangkan tradisi Punggahan, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi jembatan antara budaya Jawa dan Melayu dalam masyarakat Sekoci. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak sosial dan budaya dari tradisi Punggahan terhadap masyarakat Sekoci, khususnya dalam hal pemeliharaan identitas budaya dan hubungan antar-kelompok etnis.

  1. The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra: Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in... doi.org/10.21580/ws.31.2.18321The Ramadan Punggahan Tradition in North Sumatra Investigating the Javanese Nuanced Practicalities in doi 10 21580 ws 31 2 18321
  2. 0. pdf obj endobj filter flatedecode index length prev root size type xref bbd hv hf l5 sg endstream... heaig.org/images/proceedings_pdf/H0317442.pdf0 pdf obj endobj filter flatedecode index length prev root size type xref bbd hv hf l5 sg endstream heaig images proceedings pdf H0317442 pdf
  3. IBDA": Jurnal Kajian Islam dan Budaya. review rituals local wisdom indigenous peoples ibda jurnal... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/ibda/article/view/6439IBDA Jurnal Kajian Islam dan Budaya review rituals local wisdom indigenous peoples ibda jurnal ejournal uinsaizu ac index php ibda article view 6439
  4. IBDA": Jurnal Kajian Islam dan Budaya. local islam javanese culture penetration muslim alif wage... doi.org/10.24090/ibda.v20i1.6386IBDA Jurnal Kajian Islam dan Budaya local islam javanese culture penetration muslim alif wage doi 10 24090 ibda v20i1 6386
  5. IBDA": Jurnal Kajian Islam dan Budaya. ruwat islami islamic dialectics culture java ibda jurnal... doi.org/10.24090/ibda.v20i2.6011IBDA Jurnal Kajian Islam dan Budaya ruwat islami islamic dialectics culture java ibda jurnal doi 10 24090 ibda v20i2 6011
Read online
File size192.61 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test