UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial KeagamaanWalisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Modernitas dapat mengikis nilai-nilai tradisional, terutama agama. Agama lokal sering kali mencerminkan nilai-nilai budaya komunitas dengan lebih menonjol, menghasilkan aspek-aspek tradisional yang lebih kuat dibandingkan dengan agama-agama mainstream. Kajian ini membahas pendidikan nilai yang dididik dan diajarkan oleh Madrais, selaku pendiri Agama Djawa Soenda (ADS) kepada warga adat, terkait perlawanan terhadap modernitas. Inti dari ajaran ADS sebenarnya ajakan untuk melakukan harmoni dengan alam. Namun, ajaran ini bisa dianalisis dari aspek perlawanan mereka sesuatu yang baru (modernitas), serta membawa nilai yang membahayakan keberlangsungan ajaran mereka, termasuk agama yang datang dari luar. Dilihat dalam konteks ini, ADS mewakili komitmen ganda terhadap keberlanjutan lingkungan dan perlindungan nilai-nilai budaya tradisional. Kerangka analisis ini didasarkan pada teori pendidikan nilai dan teori rasionalisasi modernitas. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui tinjauan pustaka dari manuskrip yang ditulis oleh Madrais, ditambah dengan wawancara dengan tokoh penting ADS saat ini. Temuan menunjukkan bahwa ajaran ADS memiliki semangat perlawanan yang kuat terhadap modernitas. Paling tidak, hal ini terlihat dari tiga substansi ajaran, yakni penolakan terhadap kolonialisasi dalam bentuk apapun, ajakan untuk selaras dengan alam serta kembali kepada jatidiri kemanusiaan, serta ajaran untuk menghormati serta menjaga adat dan tradisi. Studi ini menunjukkan pentingnya memberikan wawasan tentang aspek-aspek tradisional agama lokal sebagai fondasi yang kuat untuk melestarikan tradisi di tengah serangan modernitas.

Agama Djawa Soenda (ADS) terutama berfokus pada harmonisasi dengan dunia alam, tetapi juga mencerminkan perlawanan terhadap kekuatan modernitas.Modernitas, yang ditandai dengan nilai-nilai baru yang mengancam untuk merusak tradisi yang sudah mapan, ditanggapi dengan memperkuat nilai-nilai tradisional melalui pendidikan berbasis nilai.Perlawanan ini tidak terbatas pada modernitas saja, tetapi juga mencakup agama-agama asing yang dipandang sebagai tantangan terhadap keyakinan yang sudah mapan.Esensi dari perlawanan ini tercermin dalam ajaran yang menganjurkan anti-kolonialisme, mempromosikan hubungan harmonis dengan alam, dan mendorong kembali ke identitas manusia yang asli, alam, dan tradisi.Prinsip-prinsip ini dirancang untuk mendidik dan membimbing komunitas asli serta masyarakat Jawa secara keseluruhan.Interkoneksi dari ajaran-ajaran ini, yang menekankan pentingnya harmonisasi dengan alam dan pemulihan identitas manusia, berakar pada komitmen untuk menghormati dan melestarikan adat dan tradisi.Untuk tujuan ini, semua bentuk kolonialisme ditolak, mulai dari penaklukan fisik hingga dominasi budaya, termasuk penanaman agama asing.Studi ini hanya mengeksplorasi ajaran pendidikan nilai dan modernitas, belum membahas politik, konflik, dan aspek lainnya.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas konflik dan ketegangan antara ADS dan agama asing atau membandingkan perlawanan terhadap modernitas antara ADS dan agama-agama mainstream.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang konflik dan ketegangan antara ADS dan agama-agama asing, serta bagaimana ADS mempertahankan identitas dan nilai-nilai mereka di tengah tekanan dari agama-agama mainstream. Kedua, studi komparatif antara ADS dan agama-agama mainstream dapat dilakukan untuk memahami bagaimana ADS menyesuaikan diri dengan modernitas dan mempertahankan tradisi mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai ADS yang terkait dengan harmoni dengan alam dan tradisi dapat diterapkan dalam konteks modern untuk mengatasi masalah lingkungan dan sosial yang dihadapi manusia saat ini.

  1. "Indonesia, modernity and some problems of religious adaptation" by June McDaniel. modernity... scholarhub.ui.ac.id/wacana/vol15/iss2/6Indonesia modernity and some problems of religious adaptation by June McDaniel modernity scholarhub ui ac wacana vol15 iss2 6
  2. Reformasi Ayu Utami: Kritik Terhadap Monopoli Agama-Agama Besar | Perspektif. reformasi ayu utami kritik... doi.org/10.69621/jpf.v10i1.1Reformasi Ayu Utami Kritik Terhadap Monopoli Agama Agama Besar Perspektif reformasi ayu utami kritik doi 10 69621 jpf v10i1 1
Read online
File size682.35 KB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test