ZAMRONEDUZAMRONEDU

Ad-Daqqoq: Journal of Religion and Social MovementAd-Daqqoq: Journal of Religion and Social Movement

Penelitian ini bertujuan mengkaji agama sebagai bagian integral budaya yang mencerminkan nilai dan norma sosial. Selain itu, penelitian ini menjelaskan peran agama dalam membentuk interaksi sosial dan identitas budaya. Penelitian ini juga menggali kontribusi agama dalam membangun nilai budaya di era globalisasi dan menyoroti peran agama sebagai kekuatan pemersatu dalam masyarakat multikultural. Masalah utama yang diangkat adalah kompleksitas hubungan antara agama dan budaya dalam masyarakat multikultural, termasuk tantangan yang muncul dari keberagaman tradisi dan subjektivitas pengalaman religius. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau library research dengan pendekatan dokumentasi, di mana data dikumpulkan dari jurnal, buku, dan dokumen relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan berbagai aspek agama dalam konteks sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama tidak hanya menjadi pedoman spiritual tetapi juga berfungsi sebagai sistem simbol dan alat adaptasi budaya. Simbol-simbol agama mampu memperkuat solidaritas sosial, membangun identitas kolektif, dan menciptakan harmoni di masyarakat multikultural. Temuan ini menegaskan bahwa agama bersifat dinamis, responsif terhadap perubahan sosial, dan tetap relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Agama dalam pandangan antropologi tidak hanya dipahami sebagai pedoman spiritual tetapi juga sebagai sistem simbol dan elemen budaya yang berperan dalam membentuk struktur sosial dan nilai-nilai budaya masyarakat.Agama, sebagai sistem simbol dan elemen budaya, mampu membentuk solidaritas sosial, identitas budaya, dan adaptasi terhadap perubahan sosial.Simbol dan ritual keagamaan berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan membangun kesadaran kolektif, menciptakan harmoni di masyarakat multikultural.Selain itu, agama dapat memberikan rasa aman dan makna dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus menjadi alat untuk menjaga stabilitas sosial.Perspektif antropologi menegaskan bahwa agama bukan hanya pedoman spiritual, tetapi juga instrumen sosial-budaya yang mampu menavigasi dinamika globalisasi dan perubahan sosial, baik sebagai kekuatan pemersatu maupun alat adaptasi terhadap tantangan modernitas.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang peran agama dalam konteks globalisasi yang lebih luas, khususnya bagaimana agama dapat tetap relevan dalam menghadapi konflik sosial dan disintegrasi masyarakat. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi pendekatan yang seimbang terhadap potensi positif dan negatif agama dalam membentuk masyarakat. Ketiga, studi lanjutan dapat berfokus pada integrasi nilai-nilai keagamaan dalam pendidikan multikultural untuk membangun generasi yang toleran dan adaptif terhadap keberagaman, serta mendorong kohesi sosial di masyarakat majemuk.

  1. Hubungan Agama dan Magi dalam Fenomenologi Agama | Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama. hubungan agama... doi.org/10.15575/hanifiya.v5i2.20010Hubungan Agama dan Magi dalam Fenomenologi Agama Hanifiya Jurnal Studi Agama Agama hubungan agama doi 10 15575 hanifiya v5i2 20010
Read online
File size576.11 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test