UNJUNJ

Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan SeniProsiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni

Kehadiran teks di tengah pembaca menimbulkan bentuk-bentuk penggunaan dan pemahaman yang berbeda. Adanya teks perlu dipertimbangkan kembali mengenai sejauh mana kebenaran teks tersebut diekspresikan dan diungkapkan secara utuh. Begitu pula dengan pemahaman konsep bahasa agama yang terkandung dalam teks Al-Quran yang juga perlu dipelajari secara holistik agar dapat memperoleh pemahaman yang tepat dan menyeluruh. Kemudian, Islamophobia telah menjadi fenomena global akibat banyak aksi terorisme dengan motif Islam. Di Indonesia, beberapa organisasi masyarakat dituding sebagai penyebab Islamophobia, sehingga mengganggu hubungan sosial dengan umat beragama dan menimbulkan masalah di masyarakat beragama. Tujuan penelitian ini adalah mewujudkan masyarakat beragama yang hidup bersama dan toleran. Toleransi beragama bukanlah untuk menyatu dalam kepercayaan. Bukan pula untuk bertukar keyakinan dengan kelompok beragama yang berbeda. Toleransi di sini adalah dalam arti muamalah (interaksi sosial), sehingga ada batas-batas bersama yang boleh dan tidak boleh dilanggar. Inilah esensi dari moderasi dalam kerangka toleransi, di mana setiap pihak diharapkan mengendalikan diri dan memberikan ruang toleransi agar dapat saling menghormati dan menghargai kekuatan dan keunikan masing-masing tanpa rasa takut dan khawatir dalam melaksanakan keyakinannya.

Betapa pentingnya bahasa agama, bahasa agama sebagai faktor yang relevan dengan studi variasi, pemeliharaan, kebijakan, dan perencanaan.Bahasa yang sudah dilengkapi dalam karya setidaknya beberapa dari mereka yang umumnya dianggap sebagai pendiri cabang Linguistik.Akan tetapi, pengaruh tersebut tidak hanya terhenti sebatas wilayah Linguistik tetapi juga pada dimensi-dimensi budaya yang lebih luas.Bentuk Islamophobia di Indonesia berbeda dengan Islamophobia yang terjadi di negara-negara barat.Hal ini karena Islamophobia terjadi di barat disebabkan oleh anggapan Islam sebagai agama yang inferior dan munculnya sikap Anti-Islam.Sementara itu di Indonesia Islamophobia terjadi hanya terhadap seorang muslim dengan ciri penampilan tertentu dan hal tersebut dilakukan hanya dalam rangka upaya preventif atau kehati-hatian.Meskipun aksi Terorisme terjadi di Indonesia namun hal tersebut tidak menciptakan fenomena Anti-Islam ataupun pandangan inferor terhadap Islam.Hal ini karena masyarakat Indonesia umunya memiliki pandangan Lebih terbuka tentang Islam.Nilai-nilai Toleransi mutlak diperlukan oleh masyarakat yang memiliki keragaman Etnis dan Budaya serta Agama.Toleransi beragama bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan dan juga bukan untuk saling bertukar Agama atau keyakinan dengan kelompok lain yang memiliki keyakinan berbeda, Namun Toleransi di sini lebih kepada interaksi Mu`amalah atau interaksi sosial antar masyarakat yang memiliki batasan-batasan yang mesti dijaga secara bersama sehingga masing-masing pihak bisa dan mampu untuk mengendalikan diri serta bisa menyediakan ruang untuk saling menghormati dan manjaga kelebihan dan keunikan masing-masing tanpa ada rasa takut dan khawatir dalam melaksanakan keyakinannya, inilah Esensi dari moderasi beragama dalam bingkai Toleransi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana bahasa agama mempengaruhi pemahaman dan praktik keagamaan di masyarakat. Kedua, penting untuk menganalisis bagaimana Islamophobia mempengaruhi interaksi sosial dan hubungan antar umat beragama di Indonesia. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada peran organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat.

Read online
File size419.98 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test