DOKICTIDOKICTI

Journal of Sharia and Legal ScienceJournal of Sharia and Legal Science

Pernikahan dalam Islam merupakan akad yang sangat kuat atau mitsaqan ghalizan. Paparan media sosial yang begitu intens memengaruhi pandangan individu terhadap perkawinan, nilai, dan ekspektasi. Tren ini membuat sebagian generasi muda menunda bahkan memilih untuk tidak menikah sama sekali. Fenomena membujang (tabattul) khususnya terlihat di Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, di mana sejumlah pemuda yang telah mencapai usia menikah memilih tetap membujang. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab tabattul akibat media sosial serta menganalisisnya dalam perspektif hukum Islam. Penelitian lapangan ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama tabattul akibat media sosial adalah keinginan mempertahankan kebebasan pribadi dan fokus pada karier, selain faktor paparan kasus KDRT, konflik rumah tangga, pasangan patriarki, dan pasangan yang melakukan silent treatment. Selain itu, terdapat pula motivasi tabattul yang sesuai dengan hakikatnya, yakni untuk beribadah kepada Allah SWT dan menuntut ilmu sebagaimana dicontohkan para ulama terdahulu. Dalam perspektif hukum Islam, mengejar karier dan kebebasan pribadi bukanlah hal yang dilarang, tetapi menolak pernikahan hanya karena ketakutan yang dipengaruhi media sosial tidak dibenarkan. Pernikahan tetap dipandang sebagai jalan utama untuk menjaga kehormatan, menghindari kemudaratan, dan meraih keberkahan hidup dalam keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Faktor penyebab tabattul di Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang akibat media sosial meliputi paparan kasus KDRT dan konflik rumah tangga, pasangan patriarki, pasangan yang melakukan silent treatment, kebebasan pribadi, dan fokus karier.Faktor paling dominan adalah keinginan mempertahankan kebebasan pribadi dan fokus pada karier, yang sering ditampilkan di media sosial.Selain pengaruh media sosial, beberapa informan juga memilih tabattul karena motivasi religius, yakni fokus beribadah dan menuntut ilmu.Dalam perspektif hukum Islam, mencari kebebasan pribadi dan mengejar karier tidak dilarang, namun menolak pernikahan karena ketakutan berakar pada media sosial tidak dibenarkan.Pernikahan tetap dianggap sebagai kewajiban dan sumber berkah, sehingga perilaku tabattul yang didasari ketakutan semacam itu tidak sesuai dengan prinsip Islam.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara komparatif persepsi generasi Z terhadap pernikahan di kota-kota besar dengan membandingkan tingkat tabattul di Palembang dengan kota lain, sehingga dapat diidentifikasi perbedaan dalam faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi keputusan mereka. Selain itu, perlu dievaluasi dampak jangka panjang penggunaan media sosial terhadap pola pikir dan sikap sosial generasi muda mengenai pernikahan, misalnya melalui studi longitudinal yang mengikuti responden beberapa tahun ke depan untuk melihat apakah pilihan tabattul tetap konstan atau berubah ketika mereka menghadapi situasi kehidupan yang berbeda. Terakhir, peneliti dapat mengembangkan model intervensi berbasis digital yang dirancang untuk meningkatkan literasi media sosial dan pemahaman tentang nilai-nilai pernikahan dalam Islam, sehingga generasi muda dapat membuat keputusan pernikahan yang lebih informasional dan tidak hanya didorong oleh konten negatif atau ekspektasi yang tidak realistis.

  1. PERCERAIAN DI ERA DIGITAL: KASUS PERSELINGKUHAN MENJADI TREN DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA | SABANA:... doi.org/10.55123/sabana.v3i2.3313PERCERAIAN DI ERA DIGITAL KASUS PERSELINGKUHAN MENJADI TREN DI MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA SABANA doi 10 55123 sabana v3i2 3313
  2. Tabattul di Era Digital: Analisis Hukum Islam atas Fenomena Hidup Membujang di Palembang | Journal of... doi.org/10.61994/jsls.v3i2.1207Tabattul di Era Digital Analisis Hukum Islam atas Fenomena Hidup Membujang di Palembang Journal of doi 10 61994 jsls v3i2 1207
Read online
File size378.51 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test