OJSOJS

Jurnal Komputer MultidisiplinerJurnal Komputer Multidisipliner

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pewarisan gending gender wayang gaya Desa Sibang Gede dengan menitikberatkan pada penerapan metode pendidikan yang digunakan dalam konteks transfer di masyarakat. Tradisi gending gender wayang merupakan bagian penting dari warisan budaya Bali yang memiliki nilai filosofis, estetis, dan spiritual yang tinggi. Dalam era modern, pelestarian seni ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk minimnya minat generasi muda dan keterbatasan ruang praktik. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan pendidikan yang sistematis dan adaptif agar pewarisan nilai-nilai seni tradisi ini tetap berkelanjutan di lingkungan pendidikan formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan masyarakat desa Sibang Gede. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pendidikan formal dalam pembelajaran gending gender wayang mampu meningkatkan pemahaman teknis, keterampilan bermain, serta kesadaran budaya generasi muda. Meskipun demikian, efektivitas metode ini sangat dipengaruhi oleh motivasi generasi muda, ketersediaan sarana, dan dukungan kelembagaan. Kajian ini menyarankan perlunya penguatan generasi muda dalam seni tradisi di masyarakat agar pewarisan seni budaya tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh dimensi etis dan spiritual dari tradisi itu sendiri.

Gending gender wayang gaya Desa Sibang Gede merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang memiliki nilai estetika, spiritual, dan pendidikan yang tinggi.Pewarisan seni ini tidak hanya bergantung pada jalur tradisional, tetapi kini semakin memerlukan pendekatan yang sistematis melalui pendidikan formal dan dukungan komunitas.Penerapan metode pendidikan seperti demonstrasi, drill, dan praktik langsung di sekolah maupun di lingkungan masyarakat terbukti efektif dalam mentransfer keterampilan teknis dan nilai budaya kepada generasi muda.Namun demikian, pewarisan gending gender wayang dihadapkan pada tantangan sosial budaya yang kompleks, mulai dari menurunnya minat generasi muda hingga tekanan modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat.Dalam situasi ini, sinergi antara lembaga pendidikan, komunitas adat, keluarga, dan tokoh seni lokal menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini.Strategi pewarisan perlu dirancang secara adaptif dan partisipatif agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.Melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual dan kolaboratif, gending gender wayang gaya Desa Sibang Gede tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga diberdayakan sebagai media pembentukan karakter, identitas budaya, dan jembatan antar generasi.

Untuk menjaga keberlanjutan tradisi gending gender wayang, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pendidikan yang adaptif dan partisipatif. Strategi ini dapat mencakup integrasi pembelajaran gending ke dalam kurikulum sekolah, pelibatan seniman lokal sebagai mentor, dan penyelenggaraan festival budaya desa yang melibatkan generasi muda. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam mempromosikan seni tradisi kepada generasi muda, seperti melalui media sosial atau kolaborasi dengan musisi modern. Penelitian juga dapat menyelidiki dampak positif dari pewarisan seni ini terhadap pembentukan karakter dan identitas budaya generasi muda, serta bagaimana strategi kolaboratif antara lembaga pendidikan, komunitas adat, dan keluarga dapat memperkuat sinergi dalam pelestarian budaya lokal.

Read online
File size96.64 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test