WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA

CREDENDUM: Jurnal Pendidikan AgamaCREDENDUM: Jurnal Pendidikan Agama

Penelitian ini dimulai dari keprihatinan penulis terhadap semakin tergerusnya nilai‑nilai dalam tradisi Gawai Dayak. Gawai kini hanya dipandang sebagai acara festival yang bersifat hiburan semata, sehingga makna sebagai wujud rasa syukur dan pembentukan sikap solidaritas mengalami pergeseran. Penelitian ini merupakan kajian kebudayaan yang mengaitkan tradisi Gawai dengan Surat Apostolik Paus Fransiskus dalam dokumen Querida Amazonia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara. Hasil wawancara kemudian dikaitkan dengan nilai‑nilai yang terkandung dalam Querida Amazonia. Temuan penelitian menunjukkan tidak adanya konflik antara budaya dan iman Katolik. Penulis menyadari adanya kelemahan dalam penelitian ini, antara lain penggunaan hanya tiga informan serta teknik analisis wawancara yang terbatas. Oleh karena itu, penulis menyarankan untuk menambah jumlah informan serta meneliti penerapan gadget pada beberapa suku Dayak sebagai perbandingan.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa data dari umat dan Imam tidak saling kontradiksi, melainkan memperkuat bahwa tradisi Gawai Dayak selaras dengan nilai‑nilai Katolik dan tidak bertentangan dengan iman.Oleh karena itu, Gawai harus terus dilestarikan sebagai wadah pendidikan budaya bagi generasi muda, dengan peran Gereja yang mendukung meskipun terdapat kesalahpahaman sebelumnya karena kurangnya dialog.Penelitian selanjutnya disarankan memperluas jumlah informan serta membandingkan praktik Gawai di berbagai etnis Dayak untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.

Saran penelitian lanjutan meliputi tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi komparatif dengan melibatkan lebih banyak informan dari berbagai sub‑etnis Dayak untuk mengevaluasi bagaimana variasi budaya memengaruhi nilai‑nilai Gawai dalam konteks Querida Amazonia. Kedua, eksplorasi peran teknologi digital, seperti penggunaan gadget dan media sosial, dalam proses transmisi dan transformasi praktik Gawai di kalangan generasi muda, guna menilai potensi media digital sebagai sarana pelestarian atau ancaman terhadap keaslian ritual. Ketiga, pengembangan kurikulum pendidikan integratif yang menggabungkan ajaran Katolik dengan kebijaksanaan lokal Dayak, kemudian diuji melalui intervensi di sekolah dan komunitas untuk mengukur dampaknya terhadap sikap pemuda terhadap pelestarian Gawai. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh tentang dinamika budaya, meningkatkan efektivitas upaya pelestarian, serta memperkuat dialog antara Gereja dan masyarakat adat.

  1. OSF. osf doi.org/10.31227/osf.io/s3kr6OSF osf doi 10 31227 osf io s3kr6
Read online
File size296.61 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test