ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Abdi SeniAbdi Seni

Keberadaan Sanggar Paripurna semakin eksis dengan berbagai karya seni kreatif dan inovatif tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional budaya Bali sebagaimana ditanamkan oleh I Made Sidja. Hasil-hasil karya Made Sidia bersama Sanggar Paripurna telah ditampilkan dalam berbagai acara penting, baik yang bertaraf lokal, nasional, maupun internasional. Bahwa Sanggar Paripurna tidak hanya mementingkan jenis seni lokal Bali saja, namun juga peduli dengan perkembangan seni yang berasal dari daerah lain seperti Jawa. Pada kesempatan tahun ini, pimpinan Sanggar Paripurna memohon kepada pembina untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan materi pakeliran Wayang Jawa untuk membina siswa-siswa dari golongan usia remaja. Dengan adanya kegiatan ini, dari pihak sanggar sangat antusias karena anak didiknya kembali mengenal Wayang Jawa sebagai pembanding secara estetis antara wayang Jawa dan Wayang Bali. Kegiatan ini, disamping kerjasama dengan Sanggar Paripurna, kami juga melibatkan mahasiswa yang masih aktif, yaitu semester VI Prodi Pedalangan, yang berdomisili dekat dengan Sanggar Paripurna, disamping untuk ikut membina, juga menambah perbendaharaan materi dari mahasiswa yang pernah mendapatkan matakuliah Praktek Wayang Jawa di kampus ISI Denpasar. Pada kegiatan PKM ini pembina menerapkan metode yang sederhana yang mudah dipahami oleh siswa Sanggar Paripurna dan disesuaikan dengan materi yang akan diberikan pada pelatihan, karena mayoritas siswa ataupun peserta belum memahami pengetahuan mengenai teknik dasar pakeliran Wayang Jawa. Adapun metode yang digunakan adalah; metode ceramah, metode imitasi dan demonstrasi, metode evaluasi, dan metode tanya jawab.

Program pengabdian masyarakat melalui pembinaan pedalangan Wayang Jawa di Sanggar Paripurna berhasil memenuhi kebutuhan dan antusiasme peserta, baik dewasa maupun generasi muda.Metode yang diterapkan—ceramah, demonstrasi, dan evaluasi—memungkinkan penyampaian materi dasar secara efektif dalam 14 pertemuan, meskipun waktu terbatas.Keberlanjutan kegiatan ini penting untuk melestarikan serta mengembangkan seni tradisi pedalangan Jawa di Bali, dengan dukungan lembaga Institut Seni Indonesia Denpasar.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak perpanjangan durasi pelatihan menjadi tiga puluh pertemuan terhadap tingkat penguasaan teknik pakeliran pada peserta usia dewasa dan remaja, guna mengetahui apakah peningkatan waktu latihan meningkatkan kompetensi secara signifikan. Selain itu, studi komparatif antara penggunaan media digital interaktif—seperti video tutorial dan aplikasi simulasi—dengan metode demonstrasi tradisional dapat menilai efektivitas masing-masing pendekatan dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar pakeliran. Selanjutnya, peneliti dapat merancang kurikulum hibrida yang mengintegrasikan elemen pedalangan Bali dengan Wayang Jawa, kemudian menguji penerimaan budaya serta dampaknya terhadap kreativitas peserta, sehingga dapat memperkaya wawasan lintas daerah dalam seni pertunjukan tradisional.

Read online
File size1.3 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test