UADUAD

Journal of Food Science and CulinaryJournal of Food Science and Culinary

Penelitian ini menganalisis pengaruh konten TikTok dan pengalaman kuliner terhadap minat generasi X, Y, dan Z dalam mengonsumsi makanan tradisional Cirebon, yaitu tahu gejrot dan mi koclok. Perubahan yang terjadi di media sosial telah memengaruhi generasi X, Y, dan Z untuk memperoleh informasi dan membentuk preferensi kuliner. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh pengalaman kuliner yang meliputi rasa, suasana, dan nilai budaya terhadap minat konsumen pada makanan tradisional, khususnya tahu gejrot dan mi koclok. Studi ini menggunakan purposive sampling dalam survei kuantitatif yang melibatkan 100 pengguna aktif TikTok yang pernah mengonsumsi kedua masakan tersebut. Skala Likert lima poin digunakan untuk pengumpulan data, dan analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS. Temuan studi ini menunjukkan bahwa kombinasi promosi melalui media sosial dan penciptaan pengalaman kuliner yang autentik efektif dalam meningkatkan minat generasi X, Y, dan Z terhadap makanan tradisional, sekaligus membantu melestarikannya di era digital.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa konten TikTok dan pengalaman kuliner secara positif memengaruhi minat Generasi XYZ terhadap tahu gejrot dan mi koclok Cirebon.Konten TikTok efektif dalam menarik perhatian dan memberikan informasi awal melalui visual, sementara pengalaman kuliner langsung memberikan dampak yang lebih kuat dalam membentuk minat mendalam, karena memungkinkan konsumen merasakan cita rasa, suasana, serta nilai budaya autentik.Oleh karena itu, kombinasi strategi promosi digital dan penyediaan pengalaman kuliner autentik sangat krusial untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda pada kuliner tradisional daerah.

Penelitian mendatang dapat memperluas fokus dengan mengkaji faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi minat Generasi XYZ terhadap kuliner tradisional, seperti kualitas layanan di tempat makan, citra destinasi kuliner secara keseluruhan, atau bagaimana tren makanan di platform media sosial selain TikTok (misalnya Instagram atau YouTube) berperan dalam membentuk preferensi. Sangat penting juga untuk melakukan studi kualitatif yang lebih mendalam guna memahami secara subtil bagaimana setiap segmen generasi, baik X, Y, maupun Z, menafsirkan dan menghargai pengalaman kuliner autentik serta konten digital, sehingga dapat mengungkap motivasi dan ikatan budaya yang lebih personal di balik minat konsumsi mereka. Selain itu, untuk menguji generalisasi temuan ini, disarankan untuk mereplikasi penelitian di daerah lain di Indonesia yang memiliki kekayaan kuliner tradisional khas, membandingkan efektivitas strategi promosi digital dan pengalaman langsung di berbagai konteks budaya guna memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang pelestarian kuliner lokal.

Read online
File size417.02 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test