UnmulUnmul

Jurnal Kedokteran MulawarmanJurnal Kedokteran Mulawarman

Kanker kolorektal (KKR) merupakan keganasan gastrointestinal dengan beban morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global. Systemic Immune-Inflammation Index (SII), yang diformulasikan dari jumlah trombosit, neutrofil, dan limfosit, telah dikemukakan sebagai biomarker prognostik potensial pada berbagai keganasan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan prediktif SII terhadap grading histopatologi adenokarsinoma kolorektal. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dilaksanakan pada 37 subjek adenokarsinoma kolorektal di RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. Nilai SII dihitung menggunakan formula: (trombosit × neutrofil) / limfosit. Analisis statistik meliputi uji normalitas, perbandingan nilai median antar kelompok grading, analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC), dan regresi logistik biner multivariat. Tidak ditemukan perbedaan bermakna nilai SII antara kelompok low grade dan high grade (p = 0,923). Analisis ROC menghasilkan Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,667, menunjukkan kemampuan diskriminatif yang terbatas. Pada analisis regresi logistik multivariat, SII tidak terbukti sebagai prediktor independen grading histopatologi (p = 0,140). Model klasifikasi mencapai akurasi 83,8%, namun sensitivitas terhadap deteksi high grade hanya 16,7%. Disimpulkan bahwa SII tidak memiliki kekuatan prediktif yang bermakna terhadap grading histopatologi adenokarsinoma kolorektal. SII lebih sesuai dimanfaatkan sebagai parameter pelengkap dalam stratifikasi risiko dan evaluasi prognosis kanker kolorektal.

Berdasarkan hasil analisis terhadap 37 pasien adenokarsinoma kolorektal di RSUP Prof.Ngoerah Denpasar, tidak ditemukan hubungan bermakna antara nilai Systemic Immune-Inflammation Index dan grading histopatologi tumor.Nilai AUC sebesar 0,667 menunjukkan kemampuan diskriminatif terbatas, dan SII tidak terbukti sebagai prediktor independen grading histopatologi berdasarkan analisis regresi logistik multivariat.Dengan demikian, SII lebih sesuai dimanfaatkan sebagai parameter pelengkap dalam stratifikasi risiko dan evaluasi prognosis pasien KKR, bukan sebagai substitusi pemeriksaan histopatologi yang tetap menjadi standar baku penetapan grading tumor.

Dalam penelitian lanjutan, diperlukan studi dengan sampel yang lebih besar untuk memperkuat validitas temuan terkait peran SII pada grading histopatologi. Selain itu, penggabungan SII dengan biomarker inflamasi lain seperti NLR atau PLR dapat meningkatkan akurasi prediksi prognosis kanker kolorektal. Terakhir, penelitian juga perlu mengeksplorasi cut-off nilai SII yang optimal untuk berbagai populasi atau jenis tumor agar hasilnya lebih spesifik dan relevan dengan konteks klinis.

Read online
File size365.53 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test