ITATSITATS

Tekstur (Jurnal Arsitektur)Tekstur (Jurnal Arsitektur)

Abstrak. Pulau Kumala, sebuah pulau delta di Sungai Mahakam, merupakan aset wisata potensial Kota Tenggarong yang mengalami degradasi fungsi akibat manajemen yang kurang optimal pasca-akuisisi swasta. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi Pulau Kumala melalui perancangan tatanan lahan yang memaksimalkan potensi alam, infrastruktur, dan budaya guna memulihkan daya tarik wisata dan ekonomi lokal. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode intangible metaphors untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi bentuk ruang. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik atraktif dalam konteks arsitektur lanskap delta dapat diwujudkan melalui tiga elemen utama: kontras, dinamis, dan kejutan. Hasil rancangan mengintegrasikan elemen-elemen alam (vegetasi, air, dan material batuan) dengan menciptakan urutan spasial yang tidak monoton. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan konsep mikro-atraksi, di mana setiap sudut lahan dirancang memiliki fungsi atraksinya masing-masing, sehingga menciptakan pengalaman ruang yang berkelanjutan bagi pengunjung melalui sequence kejutan-kejutan kecil di sepanjang jalur sirkulasi. Signifikansi penelitian ini terletak pada penerapan metode metafora untuk menyelesaikan persoalan kawasan wisata yang mati suri. Penelitian ini memberikan preseden bagaimana integrasi antara gaya tropis dan tatanan lahan atraktif dapat menciptakan keseimbangan antara ruang terbuka publik yang fungsional dengan estetika yang dinamis, sekaligus menawarkan model pendekatan desain bagi pengembangan kawasan wisata serupa di lingkungan riparian (tepian sungai) di Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan tema atraktif dalam rancangan tatanan lahan Pulau Kumala dapat meningkatkan daya tarik wisata.Metode intangible metaphors efektif dalam mengubah konsep abstrak menjadi bentuk ruang yang menarik.Hasil penelitian ini memberikan kontribusi untuk pengembangan kawasan wisata berkelanjutan di daerah riparian.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak desain inklusif terhadap pengalaman pengunjung di kawasan wisata. Selain itu, studi tentang integrasi elemen budaya lokal dalam tatanan lahan atraktif perlu dilakukan untuk memperkuat identitas kawasan. Terakhir, penelitian tentang peran wisata air dalam meningkatkan daya tarik kawasan riparian dapat menjadi arah baru untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah seperti Pulau Kumala.

  1. Empat Prinsip Komposisi Menciptakan Desain Indah, Satu Trik Pemikat Hati Pemirsa: Rhythm, Depth, Balance,... journal.binus.ac.id/index.php/Humaniora/article/view/3211Empat Prinsip Komposisi Menciptakan Desain Indah Satu Trik Pemikat Hati Pemirsa Rhythm Depth Balance journal binus ac index php Humaniora article view 3211
  2. Arsitektur Neo Vernakular pada Gedung Pertunjukan Seni Tari Tradisional Suku Dayak di Samarinda | Syah... ejurnal.itats.ac.id/tekstur/article/view/2049Arsitektur Neo Vernakular pada Gedung Pertunjukan Seni Tari Tradisional Suku Dayak di Samarinda Syah ejurnal itats ac tekstur article view 2049
  3. Konsep Pengembangan Destinasi Pariwisata Terpadu Pada Objek Wisata Pulau Kumala, Kabupaten Kutai Kartanegara... journal.itk.ac.id/index.php/compact/article/view/1154Konsep Pengembangan Destinasi Pariwisata Terpadu Pada Objek Wisata Pulau Kumala Kabupaten Kutai Kartanegara journal itk ac index php compact article view 1154
Read online
File size7.9 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test