ITATSITATS

Tekstur (Jurnal Arsitektur)Tekstur (Jurnal Arsitektur)

Penelitian ini membahas penerapan konsep Eksposifioris Joglo dalam perencanaan dan perancangan Pusat Pagelaran Seni Budaya Trenggalek sebagai wadah pelestarian dan pengembangan seni tradisional Jawa, khususnya Jaranan Turonggo Yakso yang menjadi identitas budaya daerah. Konsep Eksposifioris, yang berasal dari kata expose (menampilkan) dan fioris (menghias), digunakan untuk menonjolkan elemen arsitektur tradisional secara terbuka dan ekspresif melalui perpaduan bentuk, struktur, serta ornamen Joglo dalam konteks arsitektur neo-vernakular. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan studi banding terhadap bangunan sejenis. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan konsep Eksposifioris Joglo menghasilkan desain bangunan yang harmonis antara nilai tradisi dan inovasi modern.

Pusat Pagelaran Seni Budaya Trenggalek menegaskan pentingnya penyediaan representatif bagi pelestarian dan pengembangan seni lokal, khususnya kesenian Jawa seperti Jaranan, Karawitan, dan Wayang.Penerapan konsep eksposifioris joglo terbukti mampu menghadirkan rancangan bangunan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki kekuatan ekspresi visual dan makna filosofis yang dalam.Eksposisi struktur, monumentalitas atap bertumpang, serta pengolahan ornamen tradisional yang dipadukan dengan material modern menghasilkan harmoni antara tradisi dan inovasi.Pada ketiga massa utama, yakni galeri pertunjukan, exhibition, dan workshop, konsep ini diterapkan sesuai fungsi.galeri menonjolkan monumentalitas simbolik, exhibition menekankan nilai filosofis kosmologis, sedangkan workshop mengutamakan fleksibilitas dan produktivitas.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh penerapan konsep Eksposifioris Joglo terhadap pengalaman pengunjung dan pengguna bangunan. Bagaimana desain ini mempengaruhi interaksi sosial, pengalaman estetika, dan pemahaman budaya bagi mereka yang berkunjung atau menggunakan fasilitas ini? Apakah konsep ini berhasil menciptakan ruang yang menginspirasi dan memfasilitasi pertukaran budaya? Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak ekonomi dari bangunan ini terhadap komunitas Trenggalek. Bagaimana desain arsitektur ini berkontribusi pada pengembangan industri kreatif dan pariwisata budaya di daerah tersebut? Apakah ada dampak positif terhadap perekonomian lokal dan apakah ada potensi untuk pengembangan lebih lanjut?.

  1. Peranan Pusat Seni dan Budaya sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Budaya Lokal | Amalia | Sinektika: Jurnal... doi.org/10.23917/sinektika.v19i1.13707Peranan Pusat Seni dan Budaya sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Budaya Lokal Amalia Sinektika Jurnal doi 10 23917 sinektika v19i1 13707
Read online
File size2.03 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test