UMLAUMLA

Indonesian Journal of Engineering, Science and TechnologyIndonesian Journal of Engineering, Science and Technology

Penelitian ini memberikan penilaian awal terhadap beban mikrobiologis air mata air panas Gambiran Padusan (36-39°C) menggunakan analisis Total Plate Count (TPC) berdasarkan standar ISO 4833-1:2013. Teknik pour plate pada agar nutrisi dengan 0,9% NaCl, dengan rentang perendaman 10⁻¹ hingga 10⁻⁶, menghasilkan 4,84 × 10⁴ CFU/mL dari piring valid (25-250 koloni; rata-rata: 219, 168,3, 126,3 CFU). Penanaman triplikasi memastikan reproduksibilitas (RSD <10%, CV <15%), dengan penurunan jumlah pada perendaman yang lebih tinggi (17,7 hingga 0 CFU) mengonfirmasi keandalan metodologis. Panas geotermal endogen menyediakan desinfeksi intrinsik, secara selektif mendukung aerobes bermanfaat daripada patogen, sejalan dengan TPC di bawah WHO (<10⁵ CFU/mL) dan batas rekreasi BPAK 2017. Mikrobiota Padusan yang terkendali menimbulkan risiko infeksi dermal/kesempatan minimal selama sesi hidroterapi 15-20 menit, mendukung relaksasi otot-sendi (penurunan tegangan 20-30%), penyerapan mineral anti-inflamasi, dan penghilang stres melalui induksi endorfin. Perendaman logaritmik dan inkubasi 37±1°C (meniru suhu kulit) mengoptimalkan profil mesofil, membedakan keamanan terapi dari prospek biologi. Pertumbuhan negatif 10⁻⁶ mengesampingkan risiko hiper-kontaminasi/aerosol. Baseline ini memungkinkan pemantauan temporal, perencanaan kapasitas geoturisme (maks. 50 pemandian/jam), dan pengembangan berkelanjutan, menjembatani kesehatan masyarakat dengan potensi bioprospek enzimatik.

Analisis Total Plate Count (TPC) air mata air panas Gambiran Padusan Bath menghasilkan 4,84 × 10⁴ CFU/mL, menunjukkan kontaminasi sedang dalam batas aman menurut WHO (<10⁵ CFU/mL).Baseline ini memungkinkan pemantauan temporal, sertifikasi keamanan, dan pengembangan geoturisme di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.Kualitas air mata air panas Gambiran Padusan yang terkendali mendukung terapi mandi (sesi 15-20 menit, maks.50 pemandian/jam) dengan risiko infeksi dermal minimal akibat seleksi termal alami terhadap patogen non-termofilik.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan melakukan pendekatan longitudinal dengan pengambilan sampel bulanan atau musiman selama periode basah dan kering. Hal ini akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang dinamika mikroba temporal dan variabilitas lingkungan. Selain itu, penggunaan teknik profil molekuler akan bermanfaat untuk membedakan antara mikroorganisme termofilik bermanfaat dan spesies patogen potensial. Analisis pemetaan spasial dapat mengungkapkan heterogenitas di antara kolam mata air panas. Pendekatan kolektif ini akan mendukung pengembangan strategi pengobatan air yang kuat secara ilmiah dan berbasis bukti, yang mampu melindungi kesehatan masyarakat sambil melestarikan integritas ekologis mikrobioma geotermal yang bermanfaat.

Read online
File size462.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test