ITATSITATS

Tekstur (Jurnal Arsitektur)Tekstur (Jurnal Arsitektur)

Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) merupakan perguruan tinggi di Surabaya yang mengalami perkembangan pesat, namun menghadapi tantangan dalam tatanan lahan yang tidak tertata dengan baik, penempatan bangunan yang kurang tepat, kurangnya sebaran kantin, serta letak parkiran yang belum efisien. Salah satu permasalahan utama adalah konfigurasi ruang kelas yang seragam sehingga tidak mampu mengakomodasi variasi jumlah mahasiswa, yang berdampak pada rendahnya tingkat pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi redesain ruang kelas dengan pendekatan arsitektur fungsional yang diintegrasikan dengan konsep adaptive dan modular. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, studi preseden, observasi lapangan, serta pemrograman ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan permasalahan eksisting. Pendekatan arsitektur fungsional dipilih untuk menata ulang kampus secara modular dengan konsep open connectivity, sehingga ruang-ruang dapat beradaptasi terhadap kebutuhan pengguna yang dinamis. Tujuan dari redesain ini adalah menciptakan lingkungan kampus yang efisien, inklusif, dan mendukung aktivitas akademik serta sosial secara optimal, sekaligus memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan bagi seluruh civitas akademika. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan strategi perancangan ruang kelas yang fleksibel dan adaptif di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya dalam mengatasi ketidaksesuaian antara kapasitas ruang dan jumlah pengguna, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan penggunaan ruang dalam jangka panjang.

Perencanaan ulang ruang kelas di Kampus ITATS dengan pendekatan arsitektur fungsional serta penerapan konsep adaptive dan modular merupakan respons terhadap kebutuhan ruang pendidikan yang dinamis dan berkelanjutan.Konsep arsitektur fungsional menjadi dasar pendekatan, dengan prinsip form follows function, efisiensi, dan kemudahan akses.Penerapan konsep adaptive melalui partisi non-permanen memungkinkan perubahan konfigurasi ruang sesuai kebutuhan aktivitas maupun jumlah pengguna.Sementara itu, konsep modular diwujudkan melalui sistem layout, furniture, dan elemen shading yang memungkinkan ekspansi, integrasi, atau pengurangan ruang tanpa mengubah struktur utama bangunan.Hasil desain menciptakan lingkungan belajar dan bekerja yang lebih sehat, nyaman, serta mendukung produktivitas civitas akademika ITATS dalam jangka panjang.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak desain modular terhadap kinerja akademik mahasiswa dalam berbagai jenis mata kuliah. 2. Studi tentang penerapan ruang adaptif di lingkungan pendidikan non-formal seperti sekolah vokasi atau pusat pelatihan. 3. Pengembangan material ramah lingkungan untuk desain modular yang dapat mengurangi dampak lingkungan tanpa mengorbankan fungsionalitas ruang kelas.

Read online
File size2.56 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test